Konsumsi protein hewani asal unggas mendukung peningkatan status gizi seseorang sehingga sistem kekebalannya meningkat
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selama beberapa tahun terakhir mengampanyekan pola hidup sehat dengan jargon Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serentak di sejumlah wilayah Indonesia. Gerakan tersebut adalah tindakan terencana dengan mengajak secara bersama-sama seluruh lapisan dan komponen bangsa lewat kesadaran berperilaku hidup sehat guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program tersebut layak diapresiasi, terlebih saat terjadinya pandemi COVID-19 yang melanda dunia saat ini. Gerakan hidup sehat menjadi program andalan sebagai tindakan pencegahan untuk menangkal adanya COVID-19.

Produk hasil unggas seperti telur dan daging ayam memiliki kontribusi penting dalam turut mewujudkan masyarakat dengan status kesehatan yang baik, sehingga tidak saja dapat menangkal berbagai penyakit selama pandemi seperti saat ini, namun lebih dari itu, juga dapat menghasilkan generasi muda penerus yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

Germas juga dimaksudkan untuk dapat meningkatkan status imun tubuh seseorang, sehingga lebih tahan terhadap berbagai serangan penyakit, termasuk COVID-19. Dalam Indonesia Livestock Club (ILC) yang membahas tentang optimalisasi protein hewani untuk sistem imun beberapa waktu yang lalu, telah dibahas secara mendalam tentang berbagai strategi dalam meningkatkan kekebalan tubuh (sistem imun) di tengah pandemi saat ini.
Terdapat dua cara untuk mencegah terjangkit COVID-19. Pertama, menghindari virus masuk ke dalam tubuh, atau menekan jumlah virus yang mungkin mengontaminasi seseorang. Opsi kedua agar terhindar dari terjangkit COVID-19 yakni dengan meningkatkan daya tubuh. Semakin baik daya tahan tubuh seseorang, akan semakin bagus pula tubuhnya menangkal virus yang kemungkinan menjangkitinya.
Mekanisme kekebalan tubuh
Kekebalan tubuh pada hakikatnya adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melawan infeksi, meniadakan kerja toksin dan faktor virulen lainnya yang bersifat antigenik dan imunogenik. Kekebalan tubuh tersebut juga dipengaruhi tingkat stres: semakin tinggi stres, maka seseorang lebih mudah terjangkit penyakit bila terekspos dengan sumber penyakit seperti virus.
Kemampuan kekebalan tubuh yang menurun akan berisiko memicu timbulnya penyakit degeneratif seperti kanker, jantung koroner, osteoporesis dan diabetes. Hal itu dipicu oleh kehadiran radikal bebas yang bersumber dari polusi udara dan gaya hidup yang tidak sehat. Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang mempunyai satu atau lebih elektron yang tak berpasangan pada orbit terluarnya. Akibat kehilangan pasangan seperti itu, maka molekul tersebut menjadi tidak stabil, liar dan radikal. Radikal bebas sangat berbahaya karena amat reaktif mencari pasangan elektronnya dengan mengambil dari molekul lain. Ketika radikal bebas sudah terbentuk dalam tubuh seseorang, maka akan terjadi reaksi berantai yang kemudian menghasilkan radikal bebas baru sehingga jumlah radikal bebas menjadi semakin banyak dan menumpuk di dalam tubuh.
Baca Juga: Ahli Gizi Sebut Pangan Berkualitas Tingkatkan Imun di Masa Pandemi
Jumlah radikal bebas yang makin banyak berefek buruk bagi molekul sel yang elektronnya yang diambil, dan bahkan menyerang dan merusak molekul makro komponen sel, seperti lemak dan protein, yang kemudian membuat kerusakan jaringan, sehingga tubuh menjadi sakit. Dari fakta tersebut, maka pangan sumber protein hewani menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sumber protein hewani yang terjangkau, mudah diperoleh, serta bisa diolah dalam berbagai hidangan sehari-hari, adalah produk hasil unggas seperti daging dan telur ayam.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Januari 2021 dengan judul “Pangan Hewani Hasil Unggas untuk Hidup Sehat”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153