POULTRYINDONESIA, Jakarta – Ketakutan masyarakat akibat isu negatif mengenai ayam dan telur yang perlu diluruskan menjadi salah satu dasar dari kegiatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) dan World Egg Day (WED) 2023. Masih adanya anggapan bahwa ayam pedaging (broiler) bisa cepat besar karena disuntik hormon, diungkapkan oleh Ricky Bangsaratoe, Ketua HATN Pusat. Menurut Ricky, hal ini sama sekali tidak beralasan karena harga hormon satu kali suntik bisa mencapai 5 Dolar AS, atau sekitar Rp.60.000,00. Padahal harga ayam di tingkat peternak hanya sekitar Rp.20.000 Kilogram. “Proses pertumbuhan ayam broiler yang cepat semata-mata karena hasil persilangan puluhan tahun sesuai dengan kaidah ilmu genetika sehingga dihasilkan ayam dengan mutu genetik yang bagus (genetic improvement),” ucap Ricky saat menggelar konferensi pers yang berlokasi di rumah makan Cerita Rasa, Jakarta Selatan, Rabu (18/10).
Selanjutnya menurut Ricky, hal ini juga terjadi pada padi, jagung dan komoditi pertanian lain yang telah melalui proses perbaikan genetik sehingga dihasilkan komoditi yang lebih produktif. Begitu pula ketakutan masyarakat bahwa telur penyebab bisul. Kasus ini hanya terjadi pada orang-orang tertentu yang menderita alergi telur. “Bagi orang sehat, tidak usah khawatir akan bahaya telur, karena justru telur mengandung protein hewani yang sangat lengkap dan bahwa harga protein yang dikandung telur sangat murah dibanding sumber protein lainnya,” Jelas Ricky.
Sementara itu menurut Wakil Ketua Panitia HATN Pusat, Bambang Suharno, dalam acara yang sama, mengatakan bahwa maraknya isu negatif soal telur dan daging ayam secara bertahap bisa diredam dengan beragam kegiatan di peringatan HATN yang mengarah pada edukasi di masyarakat. “Kegiatan HATN ini memang masih perlu menggandeng berbagai pihak terutama di luar stakeholder perunggasan. Kami menyadari bahwa dengan adanya kolaborasi, maka nantinya informasi akan pentingnya mengkonsumsi daging ayam dan telur kepada masyarakat tentu akan semakin masif,” ungkap Bambang.