POULTRY INDONESIA, Jakarta – Tata cara memelihara ayam zaman dahulu dengan sekarang tentu tidak bisa disamakan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhinya. Hal itu disampaikan oleh praktisi perunggasan drh. Heri Setiawan dalam Seminar Nasional bertajuk “Manajemen Pemeliharaan Unggas Jaman Now” di Jakarta, Kamis (3/4). Dalam seminar tersebut, tampak pula pembicara lain seperti Dr. Michael Hariyadi Wibowo dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM.
Baca Juga : Rakernas Gopan, Perkuat Posisi dalam Pembangunan Perunggasan
Dalam paparannya, Heri Setiawan mengungkapkan bahwa ada dua filosofi dasar dalam memelihara hewan unggas. Pertama, unggas adalah mahluk yang jujur yang akan merespon dengan sejujur-jujurnya terhadap apa yang diperlakukan pada tubuhnya. Kedua, pemeliharaan unggas juga ditentukan oleh sumber daya manusianya.
“Tidak bisa dilepaskan antara tata laksana dengan manajemen sumber daya manusianya. Biosekuriti, tata kelola kandang, dan sebagainya sudah disiapkan namun tidak diikuti dengan manajemen sumber daya manusia yang baik, maka akan tetap sulit untuk berkembang,” paparnya dalam seminar yang diselenggarakan oleh Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI).
Baca Juga : Mewaspadai Bahaya Laten Newcastle Disease










