POULTRYINDONESIA, Blitar – Ketika medengar kata “Srikandi”, tentu sosok wanita yang gagah berani akan langsung muncul di pikiran kita. Apabila mengutip KBBI, “Srikandi” merupakan sebuah nama salah seorang istri Arjuna (tokoh wayang) yang sangat berani, pandai memanah dan sering dikonotasikan sebagai pahlawan wanita. Semangat keberanian dari tokoh pewayangan inilah yang membuat namanya digunakan sebagai nama koperasi peternak layer UMKM wanita di daerah Blitar, Jawa Timur. 
Koperasi Srikandi Blitar Sejahtera merupakan Koperasi khusus peternak layer wanita skala kecil mikro yang terbentuk untuk meningkatkan kesejahteran peternak layer UMKM wanita, dengan meningkatkan daya guna dan daya saing melalui suatu wadah usaha koperasi. Saat dihubungi Poultry Indonesia melalui sambungan telepon, Rabu (25/1), Yesi Yuni Astuti selaku Ketua Koperasi Srikandi Blitar Sejahtera mengatakan bahwa koperasi ini merupakan sebuah bentuk perjuangan bagi kaum peternak layer UMKM wanita di Blitar, dengan meningkatkan daya guna dan daya saing anggota agar terus bisa beternak di negeri sendiri.
“Menurut saya 80-85 % perputaran ekonomi di daerah digerakkan oleh kaum wanita atau ibu-ibu, salah satunya di peternakan, sehingga dibutuhkan suatu lembaga legal untuk mewadahi para wanita peternak ini supaya semakin berdaya guna dan berdaya saing. Untuk itu, dengan berbagai dinamika yang ada, terbentuklah badan usaha Koperasi Srikandi Blitar Sejahtera pada tanggal 2 Desember 2021 dengan diawali oleh 11 anggota. Kemudian koperasi peternak layer wanita pertama ini resmi diluncurkan oleh Bupati Blitar pada 22 Desember 2021 yang bertepatan pada hari ibu. Bahkan pada peringatan hari Kartini, koperasi ini telah resmi berbadan hukum yang keluar pada 21 April 2022,” jelasnya penuh dengan semangat.
Baca Juga: Dorong Kemajuan Perunggasan Indonesia, SKHB – JAPFA Poultry Health Research Farm Sah Diresmikan
Kemudian pada prosesnya koperasi Srikandi Blitar Sejahtera telah berhasil menjalankan berbagai bidang usaha, seperti penjualan telur dari anggota, pemenuhan sarana dan produksi ternak seperti DOC  dan pakan untuk anggota, serta penjualan pangan olahan berbasis telur dan ayam. Selain itu koperasi juga aktif mengadakan edukasi pentingnya makan telur kepada masyarakat dengan berbagai event yang telah diselenggarakan. Hal ini menjadi suatu kegiatan yang penting, karena para anggota paham betul bahwa kenaikan demand telur di masyarakat secara langsung akan berdampak positif kepada usaha yang tengah dijalankan
“Untuk penjualan telur, kami menjual telur curah biasa, telur nabati yang telah dikemas, serta telur probiotik. Sedangkan untuk pangan olahan kami telah berhasil memproduksi dan menjual karkas merah, telur asin dari telur ayam ras, dan berbagai olahan roti. Kemudian untuk event kampanye makan telur, kami telah mengadakan lomba memasak olahan telur, lomba mewarnai gemar makan telur yang diikuti ratusan peserta anak-anak TK se Kabupaten Blitar serta  lomba membuat bekal berbahan utama telur bagi anak-anak TK yang diikuti oleh para wali siswa TK se Kabupaten Blitar. Dalam kampanye tersebut kita juga terus menggandeng Pemda Blitar,” tambahnya.
Mencatatkan hasil positif pada RAT pertama
Setelah kurang lebih 8 bulan berjalan, Koperasi Srikandi Blitar Sejahtera sukses mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) sebagai forum tertinggi bagi anggota koperasi pada Sabtu (21/1) bertempat di Udanawu, Blitar. Dalam penjelasannya Yesi menyebutkan beberapa agenda yang dibahas dalam RAT tersebut, diantaranya pembahasan laporan pertanggung jawaban (LPJ) pengurus, LPJ pengawas, serta rencana kerja dan rencana anggaran belanja tahun 2023.
“Koperasi ini resmi berbadan hukum mulai April 2022, sehingga pencatatan baru dimulai sejak itu atau dengan kata lain baru sekitar 8 bulan berjalan. Menurut aturan, kami boleh mengadakan RAT atau pun tidak di tahun pertama. Namun Alhamdulillah ternyata kami mampu mengadakan RAT dengan mencatakan profit sekitar 10 juta dan pertambahan anggota yang signifikan. Yang mana, dari awalnya 11 menjadi 21 anggota,” jelasnya.
Yesi menambahkan bahwa koperasi telah sepakat untuk tidak mengejar anggota yang banyak, namun mengejar manfaat. Jangan sampai besar namun manfaatnya kurang dirasakan oleh anggota. Sebagaimana banyak koperasi yang jumlah anggotanya besar, namun hanya sebatas nama dan manfaatnya kurang dirasakan. Untuk itu, dalam persyaratan perekrutan anggota, koperasi ini sangatlah selektif. Yang mana anggota harus asli peternak petelur wanita dengan skala usaha mikro kecil dan tidak nyambi sebagai pedagang atau tengkulak. Karena pedagang dan peternak itu kepentingannya sudah berbeda.
“Untuk tahun depan, koperasi akan lebih mengintensifkan program kerja yang telah dijalankan. Dengan perjalanan koperasi yang baru 8 bulan, tentu fungsi dan jobdesk akan lebih dioptimalkan lagi sehingga kebermanfaatannya bisa dirasakan lebih merata. Dan yang perlu dicatat, bisa dikatakan koperasi ini merupakan pelopor bagi perjuangan para peternak wanita. Dan semoga semangat ini bisa tertular bagi peternak-peternak wanita di daerah lain,” ujar Yesi.