Bima Aqila
Oleh : Bima Aqila*
Ayam hias merupakan sebutan untuk ayam yang memiliki keunikan, keindahan maupun kelebihan, baik dari segi fisik atau tampilan, perilaku, hingga suara yang dikeluarkan. Sebagian orang menyebut ayam ini dengan sebutan ayam hobi, ayam tangkas ataupun ayam kontes. Sedangkan di luar negeri, ayam hias biasa disebut dengan fancy chicken atau ornamental chicken.

Keeksotisan ayam hias berbanding lurus dengan besarnya prospek bisnis komoditas ini. Namun demikian masih terdapat beberapa tantangan yang harus diselesaikan

Saat ini, telah banyak berkembang ayam hias di Indonesia, mulai dari jenis ayam hias lokal hingga ayam hias dari luar negeri. Berbagai keragaman ayam hias nusantara ini diantaranya Ayam Cemani, Ayam Bekisar, Ayam Pelung, Ayam Kate, Ayam Hutan dan masih banyak jenis lainnya. Selain itu, juga telah banyak dibudidayakan ayam hias dari luar negeri seperti Ayam Ekor Panjang (Onagadori) dari Jepang, Ayam Pheasant dan Bantam Chocin dari Cina, Ayam Serama dari Malaysia, Ayam Brahma dan Ayam American Silky dari Amerika, Ayam Sultan dari Turki dan masih banyak lagi.
Terkait perkembangan ayam hias, penulis melihat bahwa dalam beberapa tahun ke belakang telah terjadi tren yang baik dan cukup signifikan. Jika dilihat pertumbuhannya, dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, baik dari jumlah penghobinya, jumlah anggota di komunitas, sampai jumlah permintaan akan ayam hias yang terus bertambah.
Namun demikian, tak bisa dipungkiri bahwa pandemi sedikit banyak telah membuat upaya pengembangan ayam hias sedikit tersendat. Pasalnya kontes yang selama ini menjadi salah satu strategi jitu untuk pengenalan ayam hias tidak bisa dilaksanakan. Hal ini otomatis akan berdampak langsung kepada penghobi, peternak, maupun tingkat penjualannya.
Disisi lain, peluang perkembangan ayam hias ini masih sangat besar. Dengan kondisi yang mulai kembali normal, penulis meyakini bahwa pertumbuhan usaha ayam hias akan semakin cepat. Dari ayam hias lokal saja, apabila sudah dikonteskan harganya bisa naik berkali-kali lipat. Apalagi dengan ayam hias luar negeri yang keberadaannya masih belum terlalu banyak, maka hukum pasar akan berlaku, sehingga harganya pun juga mahal.
Baca juga : Tantangan Pengembangan Bahan Pakan Lokal
Hal ini akan menjadi semakin menarik manakala biaya operasional yang dikeluarkan tidak begitu besar, yang secara otomatis keuntungan yang akan dihasilkan cukup besar. Bahkan bagi sebagian pemain, ayam hias ini sudah menjadi mata pencaharian utama untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Untuk itu, Asosiasi Pecinta Ayam Hias (APAH) sebagai asosiasi yang bermitra dengan ratusan komunitas ayam hias dengan bermacam jenisnya yang tersebar di berbagai daerah terus berupaya melakukan upaya memperkenalkan ayam hias ke masyarakat umum. APAH sendiri juga terus mengedukasi tentang bagaimana cara memelihara ayam hias, cara memberi pakan yang benar, dan juga melihat pasar, agar para pelaku usaha di ayam hias ini bisa tetap eksis dan bertahan.
Selain itu APAH juga menanamkan pemahaman bahwa ayam hias ini harus dicintai dan diperlakukan dengan baik, sehingga kemudian bisa menghasilkan sesuatu bagi pelaku usahanya. Ayam hias bukan hanya dipelihara supaya menghasilkan uang, kemudian setelah tidak menghasilkan ditinggalkan, namun lebih jauh dari itu APAH selalu menekankan konsistensi terhadap pemeliharaan di ayam hias ini. Agar di masa yang akan datang ayam hias ini bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Kemudian APAH juga hadir sebagai wadah berbagi ilmu dan pengetahuan agar para anggota juga bisa menghasilkan uang dari hal ini. Banyak pelatihan yang telah dilakukan oleh APAH seperti pelatihan membuat mesin tetas, membuat pakan, membuat kandang, maupun membuat suplemen – suplemen racikan yang bisa anggota jual, sehingga bisa sebagai penghasilan tambahan untuk para anggota.
Sebagai Ketua APAH, penulis berharap kepada para pemain ayam hias ini harus bisa lebih konsisten. Tidak hanya sekadar berorientasi pada bisnis dan uang, namun juga ikut melestarikan karena dengan ikut melestarikan juga akan bisa menghasilkan uang. Selain itu, tidak hanya sekedar memelihara ayam semata, tetapi juga ikut mengedukasi supaya ayam hias ini lebih dikenal masyarakat luas.
Selain itu, dukungan dari pemerintah juga sangat diharapkan untuk bersama-sama mengembangkan ayam hias di Indonesia. Secara konkret, pemerintah bisa memberikan sarana dan prasarana, maupun bantuan pendanaan dalam acara kontes ayam hias yang mulai aktif digelar kembali. Selain itu, peran serta aktif dari semua pemangku kepentingan dalam edukasi, promosi, dan pengenalan ayam hias ini juga sangat diharapkan. Pasalnya, selain berbicara terkait bisnis dan hobi, sektor ayam hias ini juga mengandung unsur konservasi. Untuk itu, perlu sinergi dan kerja sama dari berbagai pihak, sehingga generasi berikutnya masih bisa menikmati keindahan dari berbagai jenis ayam hias ini. *Ketua Asosiasi Ayam Hias (APAH)