Oleh: drh. Istianah Maryam Jamilah, MVS*
Banyak peluang dan dihadirkan oleh robot dalam lingkungan perunggasan, namun beberapa tantangan juga tidak bisa dielakkan (Tabel 2) . Harga yang masih relatif mahal dan ketersediaanya yang terbatas menadi tantangan kedeppan industri robotik untuk dapat menciptakan robot yang biaya operasional dan harganya terjangkau. Karena produsen robot kebanyakan berasal dari luar Indonesia, peternak harus mendatangkan dari luar negeri dan akan sulit jika ada kerusakan karena belum ada teknisi khusus yang ada di Indonesia. Perusahaan pengembang robot harus melakukan pelatihan khusus kepada operator atau teknisi di lapangan.
Robot pada industri perunggasan kian dilirik oleh para peternak unggas untuk membantu meningkatkan efisiensi pakan, waktu produksi serta mengurangi risiko keselamatan dan kesehatan pekerja.
Tabel 2. Peluang dan tantangan robot dalam industri perunggasan
Peluang |
Tantangan |
Keterbatasan sumber daya manusia |
Kompetisi dengan manusia yang perlu lapangan pekerjaan |
Meminimalkan risiko penularan penyakit antarpekerja dan penyakit dari hewan ke manusia |
Harga robot mahal |
Meningkatkan biosekuriti dan keamanan pangan |
Biaya operasional mungkin mahal (listrik dan diesel/bahan bakar) bergantung pada harga listrik dan bahan bakar minyak |
Mengurangi biaya produksi |
Jika ada kerusakan sulit untuk mencari pengganti/ditangani oleh manusia |
Menghemat waktu produksi |
Ketersediaan terbatas |
Meningkatkan efisiensi pakan |
|
Memudahkan pengumpulan dan pengiriman data keadaan kandang seperti suhu, kelembaban, suara, dan keadaan ayam |
|
All in one, tidak perlu banyak alat untuk banyak pekerjaan ataupun kebutuhan |
|










