POULTRYINDONESIA, Jakarta – Usaha ayam broiler disinyalir memberikan peluang yang menjanjikan di masa mendatang. Permintaannya yang cenderung mengalami peningkatan setiap tahun membuatnya menjadi salah satu komoditas peternakan yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat. Ayam broiler dalam tingkat konsumen termasuk produk yang sudah memiliki bergaining position, hal tersebut dikarenakan harganya yang terjangkau.
Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Sumatera Utara bergerak bersama dengan berbagai institusi serta asosiasi menyelenggarakan kegiatan webinar bertajuk “Kewirausahaan Ayam Broiler” pada hari Sabtu, (19/03) secara daring melalui aplikasi Zoom.
Baca juga : PPA Ajak Anak Muda Tumbuhkan Jiwa Budi Daya Unggas Berbasis Kewirausahaan
Menurut Ir. Joko Susilo, selaku Sekretaris Jenderal PB ISPI menjelaskan secara umum kondisi peternakan ayam broiler di Indonesia, terlebih mendekati bulan Ramadhan. Ia memaparkan bahwa awal mula bulan Ramadhan dapat dipastikan harga produk unggas mengalami kenaikan karena banyaknya permintaan di masyarakat.
“Awal bulan Ramadhan dapat dipastikan bahwa dapat dipastikan bahwa produk unggas akan mengalami kenaikan, hal itu karena adanya kenaikan permintaan di masyarakat,” ujarnya.
Pemaparan selanjutnya dari M. Azhar Harahap. S.P., M.MA., selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Ir. Lili Arwani Siregar, Kepala Seksi Pembibitan dan Reproduksi Ternak menjelaskan bahwa populasi unggas di tingkat provinsi mengalami kenaikan, sedangkan harga yang tercatat masih sesuai dengan aturan dari pemerintah.
“Tingkat populasi unggas di Sumatera Utara mengalami kenaikan, hal itu dihitung oleh beberapa perusahaan yang berdiri di tingkat provinsi, serta dalam persoalan harga masih dalam keadaan stabil dan sesuai dengan arahan dari pemerintah,” ujarnya.
Lebih lanjut menurut Taopik Robina, S.Pt., selaku Head of Commercial Farm PT. Indojaya Agrinusa, memaparkan mengenai perspektif dinamika perunggasan di lapangan. Ia menjelaskan mengenai konsep dasar perkandangan ayam broiler yang ideal. Ia menambahkan bahwa kondisi perkandangan yang ideal berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah usaha ayam broiler.
“Kondisi kandang yang ideal dan nyaman dapat berdampak pada keberhasilan sebuah usaha ayam broiler,” tuturnya.
Taopik juga menjelaskan bahwa pengaturan kandang yang tepat sesuai siklus ayam broiler sangat penting. Menurutnya, tingkat konsentrasi kondisi di dalam kandang berpengaruh terhadap performa ayam broiler.
“Siklus ayam broiler berubah-ubah sesuai dengan usianya. Konsentrasi kondisi di dalam kandang mempengaruhi performa ayam broiler, sehingga menghasilkan ayam broiler dengan performa produksi yang optimal,” imbuhnya.
Masih dalam acara yang sama, menurut Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM, selaku Dosen Fakultas Peternakan UGM melanjutkan materi mengenai peranan teknologi digital dalam industri peternakan. Ia menyampaikan integrasi peternakan dengan teknologi terutama di bagian produksi memberikan dampak lebih efisien dibandingkan yang masih dalam lingkup konvensional. Menurutnya, teknologi memberikan informasi mengenai performa produksi yang dapat dijadikan acuan dalam mengevaluasi usaha peternakannya sehingga dapat meminimalkan resiko kegagalan.
“integrasi dengan teknologi cenderung memberikan informasi mengenai aspek teknologi yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mengambil keputusan oleh seorang peternak sehingga akan lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Berdasarkan pemaparan drh. Tuty Elvi Farida dalam kesempatan yang sama selaku Teritory Manager Sumatera PT. Boehringer Ingelheim Indonesia,  menyampaikan mengenai aplikasi vaksin dengan teknologi vts pada ayam broiler modern. Ia menerangkan bahwa salah satu instrumen penting juga dalam industri perunggasan adalah maintenance kesehatan ayam. Menurutnya, pengaplikasian vaksin dengan teknologi vts dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan ternak terutama dalam menghadapi kondisi lingkungan yang berubah-ubah.
“Pengaplikasian vaksin yang tepat dapat membantu memelihara kesehatan ayam terutama akan membantu mengoptimalkan kesehatan dalam menghadapi kondisi lingkungan yang berubah-ubah, sehingga ayam tidak mengalami kematian dan peternak dapat diuntungkan dari kondisi tersebut,” pungkasnya.