Kondisi kelembapan di lingkungan sekitar belakangan ini dalam keadaan tinggi dan cenderung
meningkat saat tengah malam menuju pagi. Hal tersebut tentu menjadi tantangan bagi dunia peternakan.
Kelembapan menjadi salah satu pemicu stress dan penyakit pada pernafasan, selain itu semakin tinggi kelembaban maka semakin rendah kadar oksigen terlarut di udara. Kepadatan populasi ternak dalam satu kandang yang tinggi, ditambah kondisi kotoran yang basah karena kelembaban tinggi, bisa menjadi pemicu menurunnya produktivitas ternak.
Merujuk sebuah tulisan, (Khan, 2014) Suku saxon pada abad ke-5 telah memanfaatkan herbal adas sebagai penghangat dan pelega pernafasan. Adas (Foeniculum vulgare)  merupakan tanaman herbal yang bisa tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1.800 meter diatas permukaan laut. Herbal yang memiliki aroma khas, menjadi aromaterapi yang menyegarkan (Rani,2016). Studi fitokimia menunjukan Adas memiliki berbagai zat aktif volatile, flavonoids, phenolic, saponins, asam lemak dan asam amino. Adas banyak tumbuh didaerah lembap dengan sinar matahari penuh.
PT Ganeeta Formula Nusantra mengaplikasikan Adas sebagai salah satu tanaman herbal yang dikombinasikan kedalam produk “Esseguard Respiratory”. Penggunaan kombinasi tanaman herbal untuk perunggasan mampu mengaktifkan sistem imun, menjaga tekanan darah dan
menjadi antioksidan alami. Cekaman stres yang diakibatkan lingkungan bisa ditekan dengan kondisi ternak yang sehat. Adas memberikan aroma yang menyegarkan dan melegakan pernafasan, menjadi pilihan herbal untuk menekan terjadinya peradangan pada saluran pernafasan. Secara tidak langsung herbal efektif menjadi tindakan prefentif dalam pemeliharaan ternak.
Penurunan produksi pada ayam dari faktor lingkungan salah satunya kondisi kelembaban tinggi dan kadar oksigen rendah mengakibatkan kebutuhan oksigen ayam tidak terpenuhi. Cekaman stres akan meningkat, terlihat jengger ayam yang berubah warna ke biru-biruan dan mengalami panting. Beberapa penyakit gangguan pernafasan dapat menggangu proses produksi, menurunkan feed intake dan diikuti penurunan produktivitas.
Terkadang peternak telambat melakuan pengobatan sehingga penyebarannya juga cepat, diikuti beberapa penyakit lain bisa menjadi komplikasi. Kestabilan produksi akan sulit didapat jika kondisi ayam tidak sehat, cenderung kematian meningkat. Pemanfaatan herbal Esseguard Respiratory menekan stres ayam, menstabilkan konsumsi dan produksi.
Flavonoid yang terkandung dalam Adas menjadi anti oksidan yang menekan radikal bebas dan oksidatif di darah akan menstabilkan kandungan oksigen pada darah. Kombinasi herbal juga bisa mengoptimalkan kinerja organ tubuh pada ternak, sehingga pakan yang masuk akan dicerna dan diserap secara sempurna. Feses dari ternak yang nutrisi sudah tercerna sempurna memiliki kandungan amonia lebih rendah dan kering, sehingga mengurangi gangguan organ pernafasan. Sedangkan komponen penting lain di dalam adas adalah asetol, minyak atsiri, fenkom,  anisaldehid, dan asam anisat.
Penelitian dilakukan oleh Agus Setiyono dkk, 2014 dengan menggunakan herbal salah satunya adas terhadap ayam broiler yang terinfeksi virus AI H5N1, mampu untuk meningkatkan kekebalan dengan mempertahankan sel – sel limfosit pada ayam dan juga dapat menstimulasi sel – sel pertahanan tubuh, sehingga tubuh lebih baik dalam merespons secara spesifik maupun non spesifik agen asing yang masuk. Disamping itu, adas memiliki potensi sebagai prekursor untuk menangkal perlekatan dan infeksi virus AI H5N1 ke sel target pada ayam.Dengan melihat hasil dari penelitian tersebut maka dapat disimpulkan di masa yang akandatang, pemberian adas tidak menutup  kemungkinan menjadi salah satu alternatif yang baik sebagai antivirus terhadap AI H5N1. Dari pembahasan diatas maka bisa disimpulkan bahwa adas dapat menjadi imunostimulan yang sangat penting sebagai pertahanan terhadap patogen intraseluler seperti virus, beberapa jenis bakteri dan parasit. ADV