[Foto: ANTARA]
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, menyiapkan sejumlah langkah strategis di sektor pertanian dan peternakan menjelang Ramadan 1447 Hijriah dan Idul Fitri 2026. Salah satu fokus yang disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman adalah percepatan hilirisasi perunggasan serta penguatan peternak dan UMKM pangan nasional.
Dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (3/2), Amran menyebut pemerintah tengah menyiapkan pembangunan 30 unit industri ayam yang akan didanai melalui skema pendanaan Danantara. Program ini diarahkan untuk memperkuat struktur industri perunggasan nasional, sekaligus meningkatkan nilai tambah di sisi hilir.
Selain hilirisasi, pemerintah juga mendorong penguatan peternak dan pelaku usaha kecil (UMKM) melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan, khususnya di tengah dinamika pasar dan fluktuasi permintaan.
“Kami juga menguatkan pengamanan produksi di tengah musim hujan dan panen raya, distribusi pasokan dari wilayah surplus ke wilayah defisit, monitoring harga harian melalui early warning system, koordinasi intensif dengan pelaku usaha dan BUMN/BUMD pangan, serta pelaksanaan operasi pasar dan pengawasan bersama Satgas Pangan,” ucapnya.
Terkait kondisi pasokan, Amran menyampaikan bahwa ketersediaan pangan strategis nasional, termasuk daging ayam dan telur, berada dalam kondisi mencukupi hingga Ramadan dan Idul Fitri.
“Dengan kondisi pasokan yang memadai serta langkah pengamanan yang terus kami lakukan, kami optimis ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat terjaga dengan baik, sekaligus tetap melindungi petani dan peternak nasional,” tegasnya.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia