Penandatangan Kerjasama Pengujian Smart Farming CPI dan UGM
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kemajuan teknologi industri 4.0 dalam dunia perunggasan masih terus dikembangkan. Kolaborasi inovasi antara universitas dan industri secara masif dapat menjadi penggerak industri perunggasan nasional. Hal ini mencetuskan terjalinnya kerjasama antara PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk dengan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dalam pengembangan smart farming. Pada kesempatan ini, telah dilaksanakan seremoni penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama ‘Kerjasama Uji Pengembangan Smart Farming’ yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom, Senin (27/9).
Baca juga : Panen Raya 44000 Ekor Ayam di Kandang Modern Percontohan Kolaborasi IPB University dan CPI
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof, Dr. Ir. Ali Agus DAA., DEA., IPU. ASEAN. ENG., menyampaikan bahwa kerjasama riset dan pengembangan teknologi broiler X yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada digawangi oleh akademisi dan alumni UGM.
“Kemajuan teknologi dalam budidaya ayam sistem closed house memacu kami sebagai akademisi untuk terus mengikuti perkembangan. Dukungan – dukungan dari dunia industri khususnya Charoen Pokphand Indonesia telah terbukti dapat memberikan dampak baik bagi kita semua dalam rangka menyiapkan generasi yang akan datang,” ucap Ali
Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc selaku Ketua Tim Riset and Development sekaligus dosen Fakultas Peternakan, UGM. Memberikan pemaparan mengenai kebutuhan pengembangan teknologi pada kondisi perunggasan modern saat ini. Ia mengatakan bahwa ayam modern banyak dikembangkan oleh negara-negara sub-tropis yang menyebabkan perlunya penyesuaian lingkungan pada negara iklim tropis seperti Indonesia untuk mengoptimalkan proses budidaya ayam modern.
“Faktor genetik pada ayam modern menjadi tantangan bagi perunggasan Indonesia, sehingga kondisi lingkungan kita harus dikelola bersama untuk performa yang optimal. Adanya pengembangan teknologi IoT dapat membantu peternak untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar kandang secara realtime dan mempermudah penentuan keputusan pengaturan dalam manajemen perkandangan,” tutur Galuh.
Masih dalam kesempatan yang sama, Galuh menambahkan pengujian yang akan dilakukan dengan kerjasama anatara Charoen Pokphand Indonesia dan Fakultas Peternakan UGM adalah dalam pengujian durabilitas perangkat smart poultry monitoring dengan parameter suhu dan kelembaban dengan ketinggian yang berbeda.
Turut hadir dalam penandatangan kerja sama ini, Ardiansyah Gunawan selaku Division Head PT Charoen Pokhpnad Indonesia – Poultry Equipment menyebut kerjasama ini sebagai langkah maju dalam bisnis perunggasan di era modern.
“Saya sangat menyambut baik dan antusias melihat dan mengikuti proses pelaksanaan pengujian smart farming ini. Pengumpulan informasi di kandang yang akan diolah menjadi menjadi data, nantinya akan bermanfaat dalam pengeloaan sistem perkadangan yang sesuai dengan kebutuhan ayam modern,” ungkapnya.
Selanjutnya menurut Ardiansyah, pihaknya berharap adanya kerjasama ini dapat membantu dalam pengujian dan pengembangan teknologi smart farming Broiler X ini untuk kemajuan teknologi peternakan nasional.