Pengendalian mikotoksin pada pakan penting untuk dilakukan (https://cals.ncsu.edu/)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kualitas dan komposisi bahan pakan perlu diperhatikan karena erat kaitannya dengan pakan yang dihasilkan beserta kandungan nutrisinya.
Pengaruh kualitas serta kandungan nutrisi dalam kedelai dibahas pada hari kedua USSOY 3rd Agricultural Supply Chain Asia 2021. Acara tersebut diadakan secara daring selama tiga hari mulai Senin-Rabu (26-28/01).
Dr. Gonzalo Mateos selaku Professor Animal Science di University of Madrid mengatakan bahwa kandungan energi dari kedelai berbeda-beda tergantung dari beberapa hal seperti ketinggian serta kondisi tanah asal kedelai ditanam, dekat atau tidaknya dengan garis khatulistiwa, kondisi lingkungan saat pemanenan, dan tempat penyimpanannya.
“Semakin dekat dengan khatulistiwa, maka semakin tinggi juga kandungan minyak dalam kedelai,” jelasnya.
Baca Juga: Maxi Mil Atasi Penyusutan Kadar Air dalam Pakan
Gonzalo mengingatkan jika kedelai yang digunakan dalam kondisi yang kurang baik, maka akan terjadi ‘garbage in, garbage out’. Dengan kata lain, bungkil kedelai yang dihasilkan tidak akan baik juga, yaitu dalam hal kandungan energi dan digestible amino acid.
“Penting untuk mengetahui presentase biji kedelai yang memiliki kualitas rendah dalam suatu wadah atau truk yang dibeli,” ujarnya.
Berbicara mengenai bungkil kedelai, Prof. Bob Swick selaku pembicara dari Poultry Hub Australia mengatakan bahwa nilai dari bungkil kedelai untuk pakan broiler tergantung pada digestible amino acid dan net metabolism energy (AMEn). Kadar asam amino tertinggi pada bungkil kedelai yaitu lysine.
“Kualitas dari bungkil kedelai yang baik akan menghasilkan profit yang tinggi,” kata Bob Swick.