Dewasa ini, fondasi utama dalam berbudi daya unggas yakni program kesehatan dan biosekuriti. Keduanya menjadi faktor penting dan juga krusial dalam kontrol penyakit di peternakan. PT Ceva Animal Health Indonesia berkolaborasi dengan perusahaan asal Thailand yakni Better Pharma Co.Ltd anak perusahaan dari Betagro Group menyelenggarakan seminar daring dengan tema “Biosecurity the Myth or Fact?” melalui Zoom meeting, Rabu (21/4).
Ayatullah M Natsir selaku Poultry Business Unit Manager PT Ceva Animal Health Indonesia dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pemberian dan pengaplikasian vaksin yang baik harus didukung oleh biosekuriti yang ketat. “Solusi terbaik dalam kontrol penyakit kami hadirkan untuk industri perunggasan di Indonesia. Kontrol penyakit sangat
dibutuhkan untuk menghindari kerugian yang fatal dalam budi daya unggas,” ungkapnya.
Hadir pula, Mr. Oranop Piansiripinyo selaku Vice President Food Business Betagro Group. Ia
mengatakan bahwa Better Farma selalu berupaya untuk memberikan produk berkualitas bagi para pelanggannya di seluruh dunia.
“Produk yang kami hasilkan di bawah pengawasan dan program manajemen produk terbaik. Melalui kerja sama penyelenggaraan seminar online bersama Ceva Animal Health Indonesia mengenai mitos dan fakta dalam biosekuriti ini dapat menjadi salah satu cara untuk melindungi ternak dengan sistem biosekuriti yang baik,” kata Oranop.
Implementasi biosekuriti di lapangan
Industri peternakan global berhadapan dengan berbagai tantangan yang sangat penting seperti kampanye ‘One World One Health’ untuk menghasilkan produk hewani yang sehat dan melingungi ternak dari terpaan patogen yang resisten terhadap antibiotik. Dalam aspek teknis, munculnya bakteri atau mikroba yang resisten terhadap antibiotik tertentu dan atau mutan baru dari patogen tersebut membuat respons antibiotik dan vaksinasi tidak maksimal.
Tony Unandar selaku Private Poultry Consultant yang menjadi pembicara dalam seminar biosekuriti ini mengatakan bahwa masih banyak yang beranggapan bahwa biosekuriti tidaklah penting dan bukan menjadi tindakan yang harus dilakukan di lapangan.
“Mengandalkan manajemen kesehatan saja seperti vaksinasi atau pengobatan tidak kuat menghadapi tantangan ini. Biosekuriti merupakan bagian terpenting dalam mengurangi kontaminasi patogen pada produk peternakan,” jelasnya.
Implementasi biosekuriti melibatkan anak kandang dan pemimpin di peternakan dalam menjalankan keseluruhan konsep biosekuriti yang tujuannya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit, mengurangi penyebaran penyakit, dan memperbaiki profitability.
Tony mengungkapkan jika target biosekuriti tidak jelas, peternak akan kesulitan dalam mengurangi tantangan virus, bakteri, ataupun parasit yang betul-betul mengganggu kesehatan ayam. “Penggunaan desinfektan dalam biosekuriti sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan fungsi dari desinfektan yang dapat merusak atau mendenaturasi komponen protein dari patogen, mengakibatkan lisis atau kebocoran
membran dinding sel pada patogen, serta merusak maternal genetik (RNA/ DNA) patogen sehingga tidak dapat melakukan reaksi biologis. Selanjutnya mengganggu pompa natrium yang penting untuk menjaga keseimbangan viskositas cairan sel patogen,” ungkap Tony.
Tony menambahkan bahwa dalam pemilihan desinfektan sangat menentukan hasil akhir yang akan dicapai. Maka dari itu diperlukan kriteria pemilihan desinfektan yang sesuai seperti efektivitas dalam kontrol patogen. “Tidak ada desinfektan yang 100% efektif, maka
dari itu perlu diketahui patogen dominan yang ada di lapangan dan memilih desinfektan yang sesuai. Pemilihan desinfektan yang ada saat ini cukup banyak yakni dalam penggunaan formaldehyde, phenols dan cresols, quaternary ammonium compounds, halaogens. Penggunaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di peternakan,” tambahnya.
Efektif untuk industri perunggasan
Lebih dari 25 tahun perusahaan asal Thailand Better Pharma Co., Ltd ini memproduksi berbagai macam produk di bawah naungan Betagro Group. Better Pharma Co., Ltd telah menjadi pabrik pertama perlengkapan medis untuk hewan di Thailand, yang telah terakreditasi ISO 9001: 2000, HACCP dan GMP oleh Food and Drug Administration (FDA).
drh. Michael Indra W, MBA selaku Manager Better Pharma Indonesia memaparkan mengenai produk-produk yang dihasilkan Better Pharma. “Ceva Animal Health Indonesia menjadi distributor untuk beberapa produk desinfekan milik Better Pharma yaitu Dualguard 20, Betatop 200 dan IODOX,” paparnya.
Senada dengan yang diungkapkan Tony, Michael mengatakan bahwa kombinasi Glutaraldhyde dan Quaternary Ammonium Compounds (QACs) yang merupakan ‘high level disinfectants’ dapat membunuh berbagai patogen di kandang kecuali koksidia. Glutaraldhyde dan Qacs milik Better Pharma merupakan generasi ke-4 di mana memiliki Twin chainedTM DiDAC (Dideyl Dimethyl ammonium chloride) yang dapat bekerja pada kesadasan air hingga 1.500 ppm dan dapat berkerja lebih baik dari generasi sebelumnya serta sangat aktif pada bahan organik.
Tiga produk unggulan Better Pharma dapat menjadi pilihan dalam penggunaan desinfektan di kandang atau pun area lainnya. “Produk kami aman dan telah teruji klinis. Area pintu masuk kandang seperti desinfeksi kendaraan yang masuk, area penetasan, ruang inkubator dan penetasan telur dan lainnya dapat menggunakan Dualguard 20. Sedangkan pada area hatchery lainnya seperti kebutuhan desinfeksi pakaian kandang, area kantor, kantin, kendaraan yang digunakan saat pemindahan ayam di kandang dapat menggunakan Betatop 200. Semua kebutuhan desinfeksi di industri peternakan dapat menggunakan berbagai pilihan desinfektan dari Better Pharma,” tutupnya. Adv
Distribute by PT. Ceva Animal Health Indonesia










