Kegiatan pembelajaran disalah satu program studi SV IPB University (Sember : sv.ipb.ac.id)
Oleh : Arief Daryanto*
Sekolah Vokasi IPB (SV-IPB) sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi selama ini menggunakan pendekatan pembelajaran yang bersifat blended learning (kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring). Dalam menghadapi pandemi COVID-19, SV-IPB lebih banyak memberikan pembelajaran yang bersifat online. Hal ini didukung oleh infrastruktur IT yang berpusat di IPB, sehingga Virtual Learning Environment (VLE) yang digunakan bagi civitas akademika kampus untuk proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Pemanfaatan teknologi daring yang dilakukan oleh SV-IPB melalui platform yang dikenal dengan EVIETA (E-Learning for Vocational Education and Training Acceleration) merupakan bagian sangat penting dari upaya SV-IPB untuk meningkatkan kecerdasan digital (ICT literacy) bagi para mahasiswanya dan proses pembelajaran menjadi lebih interaktif. Selain itu, SV-IPB juga memfasilitasi peningkatan keterampilan dosen dalam pembelajaran daring (sinkronous ataupun asinkronous) melalui pelatihan dan pemutakhiran.
Baca juga : Sumberdaya Vokasi Unggul dan Berdaya Saing Global di Era Industri 4.0
Beberapa strategi dan program prioritas yang kami laksanakan antara lain adalah link and match SV-IPB melalui konsep paket 8+i. Pertama, kurikulum yang disusun bersama industri, di mana materi training dan sertifikasi di industri masuk resmi ke dalam kurikulum di kampus. Dalam konteks ini SV-IPB bersama MsM, Aeres, HAS dan Van Hall Larenstein University of Applied Sciences Belanda atas bantuan hibah Pemerintah Belanda tengah menyusun “demand-driven curriculum” untuk SMK dan perguruan tinggi vokasi. Kedua, dosen tamu dari industri rutin mengajar di kampus. Ciri utama pendidikan tinggi vokasi adalah lebih banyak praktek. Kami saat ini memiliki program “dual system” dengan PT Sinarmas, PT Minamas, PT Sugar Group dan PT Sampoerna Agro yang kurikulumnya berupa “tailor made” dan keterlibatan pihak industri dalam pengajaran sangat tinggi karena kami menggunakan model “3-2-1”.
Ketiga, program magang yang terstruktur dan dikelola bersama dengan baik. Pada saat ini SV-IPB memiliki ratusan mitra strategis baik berupa perusahaan (swasta, BUMN/ BUMD), lembaga pemerintah, LSM, lembaga pendidikan tinggi sebagai tempat magang bagi para mahasiswa. Program magang di SV-IPB didukung penuh oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI). FHCI merupakan forum para pegiat human capital khususnya di 142 badan usaha milik negara (BUMN). Banyak perusahaan yang telah bermitra dengan kami dalam penyediaan kesempatan kepada para mahasiswa kami untuk melaksanakan PKL.
Keempat, komitmen kuat dan resmi pihak industri menyerap lulusan. Lulusan beberapa program studi kekinian bahkan ketika magang pun ditawari pekerjaan oleh tempat Praktik Kerja Lapang (PKL) mereka.
Kelima, program beasiswa dan ikatan dinas bagi mahasiswa. Skema program “apprenticeship” yang dilaksanakan dengan mitra kerja kami di Minamas, Sinarmas dan juga perusahaan mitra kami di Jepang, mereka selama ini telah memberikan beasiswa kepada para mahasiswa peserta.
Keenam, menjembatani program di mana pihak industri memperkenalkan teknologi dan proses kerja industri yang diperlukan kepada para dosen sertifikasi kompetensi bagi lulusan diberikan oleh pihak industri. Pendirian Entrepreneurial Teaching Center (ETC) kerjasama dengan PT Charoen Pokhand Indonesia, Tbk antara lain diarahkan untuk itu. Kerjasama Teaching Factory (TEFA) “Penta helix” dalam mengembangkan modern poultry closed house di Sukabumi melibatkan pihak pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan, IPB dan media. PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. dalam hal ini bertindak sebagai “off taker” produk yang dihasilkan dengan skema kemitraan.
Ketujuh, sertifikasi kompetensi bagi lulusan diberikan oleh pendidikan tinggi vokasi bersama industri. Pada saat ini SV-IPB telah memiliki LSP dan Tempat Uji Kompetensi (TUK).
Kedelapan, penelitian bersama dengan lembaga mitra di luar negeri. Kerja sama kami dengan University of Adelaide, University of New England Australia dan MSM Belanda kami arahkan untuk kepentingan pengembangan penelitian terapan berbasis “triple helix” (kolaborasi akademisi, bisnis dan pemerintah).
Last but not the least, komitmen pihak IDUKA diharapkan untuk menyerap lulusan, melaksanakan riset terapan bersama SV-IPB dan memberikan hibah berupa beasiswa atau pengembangan sarana prasarana di kampus untuk mendukung pelaksanaan project based learning dan problem based learning. *Pengamat Ekonomi Industri Peternakan, Adjunct Professor Business School University of New England Australia dan Dekan Sekolah Vokasi IPB University
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Juni 2021 dengan judul “Sumberdaya Vokasi Unggul dan Berdaya Saing Global di Era Industri 4.0”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silakan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153