Performa broiler menentukan keberhasilan beternak
Oleh: Dina Oktaviana, M.Sc1) dan Gusti Ayu Esty Windhari, M.Si2)
Penelitian ini dilakukan pada broiler yang dipelihara selama 35 hari dengan melihat empat parameter utama performa broiler, di antaranya konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, bobot potong, dan konversi pakan (FCR). Hasil dari penilaian keempat parameter performa produksi tersebut disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3. Performa produksi broiler umur 35 hari yang mendapatkan penambahan tepung Ashitaba
Parameter yang Diamati
Level Pemberian Tepung Daun Ashitaba
P0
P1
P2
P3
P4
Konsumsi pakan (g)
2330,40
2369,60
2381,40
2388,40
2379,00
Pertambahan bobot badan (g)
1333,60
1570,00
1420,20
1635,60
1577,40
Bobot potong (g)
1462,20
1635,20
1555,20
1763,60
1705,00
FCR
1,79
1,58
1,71
1,46
1,51
Konsumsi pakan pada penelitian ini berkisar antara 2330,40 gram sampai dengan 2388,40 gram. Konsumsi pakan tertinggi terdapat pada kelompok perlakuan yang diberikan daun tepung ashitaba 1,5% (P3), sementara terendah pada kelompok perlakuan yang tidak diberikan tepung daun Ashitaba (P0). Jika dilihat secara statistik, memang pernambahan tepung daun Ashitaba sampai dengan 2% ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada konsumsi pakan. Hal ini disebabkan karena imbangan energi dan protein dalam pakan relatif lebih sama (iso energi dan iso protein). Menurut Ensminger dan Heinemann (1992) dalam Negoro et al. (2013), tingkat energi dalam pakan akan menentukan jumlah pakan yang dikonsumsi.
Berbeda dengan konsumsi pakan, pertambahan bobot badan yang diberikan tepung daun Ashitaba sampai 2% ini menunjukan pengaruh yang nyata. Pertambahan bobot badan tertinggi dicapai pada kelompok P3, yaitu pemberian daun Ashitaba 1,5% dengan rata-rata bobot badan 1635,60 gram (Tabel 3). Hal ini diduga oleh adanya kandungan flavonoid yang dapat mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Flavonoid turut berperan dalam membantu membasmi mikroba patogen dalam saluran pencernaan, sehingga nutrisi dari pakan dapat dimanfaatkan secara efisien dan dapat dikonversi menjadi daging (Muiz 2016).
Bobot potong dan konversi pakan
Tingginya konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan pada perlakuan pemberian tepung daun Ashitaba 1,5% pada kelompok P3, sejalan dengan bobot potongnya. Hasil bobot potong pada perlakuan P3 yaitu 1763,60 gram, sementara hasil bobot potong terendah terdapat pada kelompok perlakuan yang tidak diberikan tepung daun Ashitaba. Bobot potong menjadi salah satu parameter keberhasilan dari suatu usaha peternakan, karena parameter ini akan menentukan harga jual ternak, sehingga memengaruhi besar atau kecilnya pendapatan peternak.
Pemberian tepung daun Ashitaba pada pakan broiler turut memberikan pengaruh positif pada konversi pakan. Nilai konversi pakan terbaik ditujukan pada kelompok P3, yaitu dengan nilai 1,46 dan terburuk pada kelompok P0, yaitu 1,79. Rendahnya nilai konversi pakan pada kelompok P3 menunjukan adanya korelasi positif antara pertumbuhan bobot badna dan nilai konversi pakan.
Baca Juga: Memanfaatkan Tumbuhan Sarang Semut untuk Imunostimulan Broiler
Jika dibandingkan dengan penelitian sebelumya dengan menggunakan bahan alami lainnya yang berbeda pada pakan, pemberian tepung daun Ashitaba memiliki nilai FCR yang lebih baik. Pada penelitian yang dilakukan Manafe (2017) yaitu pemberian tepung krokot dalam pakan broiler, kisaran konversi pakan antara 1,62-1,86. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Akmal dan Mairizal (2013) menunjukan bahwa pemberiaan daun sengon sebesar 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%, konversi ransum dari broiler beriksar antara 1,50-1,68.
Nilai konversi pakan yang rendah disebabkan oleh banyaknya pakan yang dikonsumsi broiler diimbangi dengan kenaikan bobot badan selama pemeliharan. Konversi pakan dapat digunakan untuk melihat efisiensi penggunakan pakan oleh ternak. Berdasarkan hasil riset ini, maka pemberian tepung daun Ashitaba 1,5% dapat direkomendasikan untuk digunakan karena menghasilkan performa broiler yang terbaik. 1)Dosen Fakultas Kedokteran Hewan dan 2)Dosen Fakultas Teknik Universitas Nusa Tenggara Barat.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Januari 2021 dengan judul “Mengoptimalkan Performa Broiler dengan Tepung Daun Ashitaba”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153