POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pakan merupakan faktor utama penunjang keberhasilan usaha ternak unggas. Pakan setidaknya menyumbang 50-70% dari total biaya produksi. Kualitas dan kuantitas pakan berpengaruh terhadap keberhasilan performa ternak yang dihasilkan. Terdapat berbagai bahan pakan yang dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif untuk membuat pakan yang berkualitas. Salah satu upaya yang dapat diterapkan untuk membuat pakan yang berkualitas adalaha dengan memanfaatkan teknologi, yaitu pakan fermentasi.
Baca juga : Aplikasi Maggot dalam Pakan Unggas
Mengenai hal tersebut, Digital Extention Society for Agriculture Application (Desa Apps) UGM mengadakan webinar daring dengan tema “Pakan Alternatif Ternak Unggas dengan Teknologi Fermentasi” yang diselenggarakan pada hari Sabtu (19/02) melalui teleconference platform ZOOM.
Dr. Aji Praba Baskara, S.Pt. selaku dosen Fakultas Peternakan UGM menjelaskan bahwa pakan alternatif berasal dari berbagai bahan baku yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Ia menambahkan bahwa pakan alternatif berasal dari berbagai macam bahan baku limbah yang masih memiliki nutrien yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan alternatif yang berkualitas.
“Teknologi pakan alternatif berasal dari berbagai bahan baku pakan yang memiliki kandungan nutrien yang tinggi, serta berasal daro bahan baku limbah sisa yang masih memiliki kandungan nutrien yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif,” ujarnya.
Ir. Nanung Danar Dono, Ph.D., IPM., ASEAN. Eng. selaku dosen Fakultas Peternakan UGM menambahkan bahwa salah satu cara untuk mengembangkan pakan alternatif adalah dengan teknologi fermentasi. Ia menjelaskan bahwa fermentasi pakan dapat bermanfaat untuk menurunkan jumlah bakteri pathogen dan menurunkan senyawa beracun.
“Pakan alternatif dapat bermanfaat untuk menurunkan jumlah bakteri patogen yang berada di dalam usus, dan fermentasi pakan dapat menurunkan senyawa beracun sehingga dapat menurunkan mortalitas pada usaha perunggasan,” tutupnya.