Penggunaan antibiotik untu pencegahan pada perunggasan mengalami penurunan
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Kesadaran dalam meninggalkan antibiotik sebagai pencegahan dalam peternakan ayam broiler semakin meningkat. Hal ini tergambar dari semakin menurunnya peternak dalam menggunakan antibiotik untuk pencegahan, berdasarkan hasil survei penggunaan antibiotik, Antimicrobial Usage, (AMU) di 6 Provinsi Tahun 2017/2018 dan 2020,seperti yang disampaikan oleh drh. Yurike Elisa Dewi MSi, yang menggantikan Direktur Kesehatan Hewan, yang berhalangan hadir dalam acara webinar yang diadakan oleh CIMSA & IMAKAHI pada hari Sabtu ( 20/11).
Baca juga : Ancaman Resistensi Antibiotik masih Menghantui
Menurut Yurike pada Tahun 2017/2018 penggunaan antibiotik untuk pencegahan sebesar 81 %,sedang pada tahun 2020 menjadi 74%,terdapat penurunan sebanyak 7%. Penurunan juga terjadi dalam penggunaan antibiotik untuk pengobatan. Pada tahun 2017/2018 penggunaan antibiotik untuk pengobatan sebesar 35%,sedang pada 2020 sebesar 26%,ada penurunan sebesar 9%.
“Mayoritas antibiotik yang digunakan baik pada tahun 2017/2018 dan 2020 adalah dari golongan enrofloxacine,” tegasnya dalam webinar via Zoom Meeting dengan tema ‘World Antimicrobial Awareness Week – Every Aspect Matters’.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam survei itu juga didapatkan bahwa semakin meningkatnya kesadaran peternak akan penerapan biosecuriti hal ini terbukti dari semakin meningkatnya pengaturan ruang gerak bagi lalu lintas di peternakan. Pada tahun 2017/2018 sebenar 55 % masih bebas keluar masuk peternakan. Sedang pada tahun 2020 hanya 25,5% saja yang masih bebas keluar masuk lokasi peternakan.
“Survei ini dilakukan di 6 provinsi diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan. Dengan metodologi, lokasi yang dipilih adalah yang memiliki populasi ayam broiler yang cukup tinggi, dimana setiap provinsi dipilih tiga kabupaten, yang memiliki petugas kesehatan yang kompeten, dengan target peternakan ayam broiler skala kecil dan menengah,” katanya.