Penggunaan herbal untuk pengobatan sudah dipraktekkan sejak zaman dahulu, semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, semakin banyak pula penelitian ilmiah terkait herbal, hal ini dilihat sebagai sebuah potensi dalam perunggasan.
Industri perunggasan dihadapkan pada berbagai tantangan dalam mengatasi masalah kesehatan unggas yang sering kali membutuhkan penggunaan antibiotik dan obat kimia sintetis. Penggunaan bahan kimia, meskipun efektif dalam mengatasi penyakit, tetapi berisiko menimbulkan residu dalam produk hasil ternak dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Selain itu, penggunaan antibiotik yang berlebihan juga dapat menyebabkan resistensi antibiotik, yang menjadi masalah global yang serius dalam dunia kesehatan.
Sebagai respons terhadap tantangan ini, banyak peternak dan peneliti mulai mencari alternatif pengobatan yang lebih alami dan ramah lingkungan. Salah satu solusi adalah penggunaan herbal dalam perawatan unggas yang mana bisa mengendalikan penyakit tanpa meninggalkan residu kimia berbahaya.
Sebelum industri pengobatan hewan berkembang secanggih sekarang, penggunaan tanaman herbal untuk pengobatan unggas sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Para peternak dan masyarakat tradisional telah memanfaatkan berbagai jenis tanaman sebagai obat untuk merawat unggas dari berbagai penyakit dan gangguan kesehatan.
Sebetulnya penggunaan herbal ini didorong oleh keterbatasan akses terhadap obat-obatan kimiawi dan pengetahuan medis yang terbatas pada masa itu, pengetahuan mengenai dosis, cara pemberian, dan potensi efek samping dari penggunaan herbal pada saat itu masih sebatas ‘secukupnya’ saja. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan tanaman herbal dalam pengobatan unggas mulai didukung oleh penelitian ilmiah, yang membuka jalan bagi pengembangan obat herbal yang lebih efektif dan aman bagi unggas.
Seperti dalam penelitian Suryani, dkk. (2023) yang melakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas penggunaan herbal dalam pakan terhadap kinerja produksi telur pada layer yang dilihat dari peningkatan Hen Day Production (HDP), penelitian menunjukan bahwa pemberian herbal dalam pakan unggas sebanyak 3% dapat meningkatkan performa layer melalui penambahan zat bioaktif. Tanaman herbal yang digunakan sebagai tambahan bahan pakan adalah kunyit, jahe, dan tepung daun indigofera yang berfungsi sebagai antibiotik alami, antivirus, dan antimikroba.
Sejalan dengan penelitian tersebut, Agustina, L. (2017) melakukan penelitian untuk mengetahui efek penggunaan herbal sebagai feed additive terhadap performans broiler dan juga menguji kemampuan daya hambat antibakteri yang terkandung dalam ramuan herbal tersebut. Parameter performans yang diukur antara lain konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, rasio efisiensi protein, persentase karkas dan persentase lemak abdominal.
Disamping itu, ia melakukan uji daya hambat antibakteri terhadap 3 jenis bakteri yaitu Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa serta analisis kolesterol yang terkandung dalam darah ayam. Berdasarkan hasil dan pembahasan, disimpulkan bahwa ramuan herbal mengandung antibakteri, mampu menurunkan kadar kolesterol darah dan bobot badan tertinggi diperoleh pada pemberian 2.5 ml ramuan herbal per liter air minum.
Terlebih di era modern seperti saat ini, konsumen semakin peduli dengan kualitas bahan pangan, bahan pangan (khususnya unggas) yang mengandung antibiotik atau terdapat residu akan ditolak konsumen. Konsumen juga menginginkan produk ayam yang lebih rendah lemak untuk menghindari penyakit degeneratif seperti darah tinggi dan jantung koroner.
Pemerintah pun sudah mengeluarkan larangan penggunaan antibiotik sebagai Antibiotic Growth Promoters (AGP) pada ternak dan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Laporan Utama pada majalah Poultry Indonesia edisi Maret 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Maret 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Wa: 087780120754 atau sirkulasipoultry@gmail.com










