Oleh : drh. Dedy Kusmanagandi, MBA*
Nukleotida selain berperan dalam penyimpanan dan transmisi informasi genetik, juga berpartisipasi dalam berbagai proses seluler, termasuk dalam penyimpanan dan transfer energi dalam sel. Dalam industri makanan dan suplemen, produk nukleotida pertama kali diperkenalkan dan dipasarkan pada tahun 1994 dan sejak itu telah menjadi bahan tambahan umum dalam berbagai produk. Nukleotida sering digunakan dalam makanan bayi, suplemen untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dalam makanan olahraga, serta minuman energi.

Nukleotida adalah unit dasar dari asam nukleat, yang merupakan molekul-molekul besar yang menyimpan informasi genetik dalam sel-sel makhluk hidup. Nukleotida memiliki berbagai manfaat penting dalam fungsi biologis dan proses kehidupan.

Di bidang ilmu hayati dan farmasi, nukleotida telah digunakan secara luas dalam penelitian dan pengembangan obat sejak empat dekade lalu. Penggunaan nukleotida dalam terapi gen digunakan sejak pengobatan berbasis DNA pertama kali digunakan pada awal 1980-an. Sejak itu, produk-produk nukleotida yang berbeda, seperti nukleotida sintetik dan obat antiviral, telah dikembangkan dan dipasarkan termasuk dalam bidang peternakan dan Kesehatan hewan.
Jenis asam nukleat
Ada dua jenis asam nukleat utama : Asam Deoksiribonukleat (DNA) dan Asam Ribonukleat (RNA). Setiap nukleotida terdiri dari tiga komponen utama yaitu :
  1. Gula.  Nukleotida mengandung Gula Pentosa, yaitu Deoksiribosa yang ada dalam DNA dan Ribosa yang ada dalam RNA.
  2. Basa. Terdapat sebuah Basa Nitrogen yang terikat pada gula. Ada empat jenis Basa Nitrogen yang dapat ditemukan dalam nukleotida DNA yaitu : Adenin (A), Timin (T), Guanin (G), dan Sitosin (C). Dalam nukleotida RNA, Timin (T) digantikan oleh urasil (U).
  3. Gugus Fosfat. Nukleotida juga mengandung satu atau lebih gugus fosfat yang terikat pada gula. Gugus fosfat membentuk ikatan fosfodiester untuk menghubungkan nukleotida satu dengan yang lain dan membentuk rantai polinukleotida.
Setiap nukleotida membawa informasi genetik dalam bentuk urutan basis nitrogen pada rantai asam nukleat. Rantai ini membentuk dasar struktur molekuler DNA dan RNA yang esensial untuk penyimpanan, replikasi, dan ekspresi genetik dalam organisme. *Ketua Komite Manajemen Strategis ADHPI

 

Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Pojok Obat Hewan pada majalah Poultry Indonesia edisi April 2024. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi April 2024, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: 021-62318153 atau sirkulasi@poultryindonesia.com