Produk-produk herbal dan ekstrak minyak atsiri telah digunakan untuk terapi alami sebagai obat-obatan, namun hanya dalam beberapa tahun terakhir tanaman aromatik dan ekstrak minyak atsiri diperkenalkan untuk digunakan pada hewan. Minyak atsiri adalah bahan aktif yang berasal dari ekstrak tumbuhan. Di antara berbagai indikasi penggunaannya, baik sebagai kombinasi dengan pengobatan konvensional atau sebagai pencegahan, minyak atsiri dapat membantu meringankan gejala infeksi dan memperlancar saluran pernapasan. Selain itu, beberapa penelitian mengenai penggunaan peppermint dan minyak atsiri eucalyptus pada unggas menyebutkan benefit berupa efek immunostimulant dan antimikrobial terhadap bakteri.
Minyak atsiri eucalyptus dan peppermint diketahui dapat mempotensiasi baik respon imun seluler maupun respon imun humoral pada unggas. Pemberian minyak atsiri ini memiliki efek imunomodulator kuat pada respon imun. Campuran minyak atsiri eucalyptus dan peppermint terbukti memiliki efek imunostimulan pada respon imun humoral dan cell mediated immune response terhadap penyakit Newcastle Disease (ND) pada unggas. Peranan campuran minyak atsiri tersebut juga terbukti mampu memodulasi respon imun unggas setelah terinfeksi Infectious Bursal Disease Virus (IBDV) dan/atau setelah dilakukan vaksinasi IBDV dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diobati (Awaad et al., 2010).
Mentofin®, produk minyak atsiri alami yang terdiri dari minyak eucalyptus, mentol dan bahan pengemulsi, aman digunakan pada ayam pedaging dan ayam petelur selama kurang lebih 2 dekade (Kahya et al., 2015). Mentofin® digunakan pada unggas untuk mengurangi lesi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli), kematian akut akibat Infectious Bursal Disease (IBD), dan untuk meringankan reaksi pasca vaksinasi Newcastle Disease (ND) (Carli et al., 2008). Pada pengujian dengan menggunakan metode Real-Time PCR terhadap Mycoplasma yang dilakukan pada flock ayam petelur terinfeksi Mycoplasma, dari kelompok dengan treatment Mentofin® menunjukkan level positivity yang menurun dibanding sebelum treatment, yaitu dari 85% menjadi 5%. Hal ini membuktikan efek positif Mentofin® dalam menurunkan kolonisasi Mycoplasma pada epitelium trachea (Serpil K et al., 2015).
Mentofin® terbukti memiliki efek positif pada penambahan berat badan, peningkatan Feed Consumption Rate (FCR) pada ayam pedaging, dan juga mampu mengurangi morbiditas dan lesi spesifik setelah ayam ditantang dengan virus Infectious Bronchitis (IB) (Barbour et al., 2011). Pemberian Mentofin® pada ayam pedaging di umur 3 s/d 6 hari; serta 20 s/d 22 hari, secara histopatologis terbukti mampu mengurangi perubahan yang terjadi pada jaringan trachea bila dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberikan treatment. Pada kelompok kontrol, sel epitel trachea kehilangan silia (desiliasi), terjadi mucosal hypertrophy, degenerasi sel goblet, dan akumulasi mucus serta terdapat infiltrasi heterophil seperti yang terlihat pada gambar berikut :
Mentofin® merupakan kombinasi minyak atsiri eucalyptus dan peppermint yang diproduksi oleh LANXESS. Preparat ini bekerja mengencerkan mucus yang berada di trachea sehingga menurunkan derajat kesakitan ayam dengan membantu melonggarkan saluran pernafasan, selain itu Mentofin® juga secara signifikan mengurangi peradangan saluran pernapasan selama terjadinya infeksi baik infeksi yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri. Selain pengobatan profilaktif, secara umum Mentofin® digunakan untuk memberi efek immunomodulator pasca vaksinasi ND, IB dan IBD. Hal ini selaras dengan peningkatan aktivitas sel limfoid bursa fabricius, thymus, limfa dan caeca tonsil pasca pemberian Mentofin®. Aplikasi Mentofin® dapat dilakukan dengan menggunakan sprayer atau melalui air minum. Dengan mereduksi agen infeksius dan membantu meringankan gejala infeksi saluran pernafasan, maka kita akan mendapatkan performance ayam yang lebih optimal. Adv