Penggunaan robot untuk mengumpulkan telur dalam kandang
Oleh: drh. Istianah Maryam Jamilah, MVS*
Seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dunia, konsumsi daging dunia diproyeksikan akan terus meningkat hingga tahun 2029. Daging unggas akan tetap menjadi daging pilihan utama konsumen di negara-negara berkembang dan berpopulasi tinggi karena harganya lebih rendah dibandingkan daging sapi maupun jenis daging yang lain. Imbasnya, produsen akan semakin dituntut untuk meningkatkan produksi unggas sembari terus menekan biaya produksi, mempercepat siklus produksi, serta meningkatkan efisiensi pakan.
Robot dalam industri perunggasan
Penggunaan robot pada dunia perunggasan telah dimulai sejak tahun 80-an. Biasanya robot digunakan untuk melakukan tugas-tugas yang berulang, sulit atau tidak mungkin dapat dilakukan oleh manusia. Berbagai jenis robot dengan berbagai fungsinya telah banyak dikembangkan (Tabel 1).  Pada industri telur dan daging ayam modern di negara-negara maju, penggunaan robot adalah hal yang lumrah. Robot seperti PoultryBot  dikembangkan di Belanda untuk mempermudah peternak parent stock maupun layer untuk mengumpulkan telur-telur yang tercecer di lantai kandang. PoultryBot yang dikembangkan oleh Wageningen University di Belanda ini diperkirakan dapat menghemat biaya pekerja hingga 19.500 euro per tahun.
Tabel 1. Beberapa Produsen robot dan produknya yang digunakan pada industri perunggasan
Pengembang robot
Produk robot
Fungsi
Negara asal
Marel
RoboBatcher Flex Breast Fillets
 
 
·         Mengelompokkan dan menata daging secara otomatis ke dalam baki/ trays hingga 300 pcs/menit
Belanda
Intelligent fillet batching
 
·         Memotong daging dengan menimbang fillet terlebih dahulu
·         Menyesuaikan potogan sesuai kebutuhan/perintah
·         Mengelompokkan dan menata daging
Octopus Robot
 
Octopus Scarifier
 
·         Mengaerasi litter dan menstimulasi ayam untuk bergerak
·         Mengumpulkan data kandang (suhu, keadaan ayam, suara, dan gambar)
·         Desinfeksi kandang
Prancis
Octopus Poultry Safe
·         Desinfeksi kandang
·         Menstimulasi ayam bergerak
 
Tibot Technologies
Tibot Spoutnic NAV
·         Menstimulasi ayam agar bergerak
·         Meningkatkan aerasi pada litter kandang
Prancis
Georgia Tech Research Institute
Cobots
·         Memotong karkas
·         Membagi dan memindahkan daging
Amerika Serikat
Wageningen University
PoultryBot
·         Koleksi telur yang tercecer pada lantai kandang
Belanda
Faromatics
ChickenBoy
·         memonitor suhu, kenyamanan, kualitas udara dan keadaan kandang.
·         Mengidentifikasi ayam mati, kotoran ayam, tempat minum tumpah dan titik-titik basah dalam kandang
·         Data dikirim melalui ponsel maupun sistem penyimpanan cloud secara real time
Spanyol
Pada industri ayam pedaging, robot biasa digunakan untuk melakukan pemindahan daging, memotong daging, mengelompokkan daging dan mendeteksi karkas yang rusak. RoboBathcer flex yang dikembangkan oleh perusahaan mesin asal Belanda dapat memindahkan dan mengatur daging fillet hingga 300pcs per menit. Robot kian digemari dalam proses produksi daging ayam karena dapat menghemat waktu dan mempercepat proses produksi. Dengan adanya robot, keterlibatan langsung manusia langsung dengan karkas atau daging pada rantai produksi dapat diminimalkan. Berkurangnya interaksi langsung manusia di dalam unit produksi daging tidak hanya dapat meningkatkan keamanan pangan dan biosecurity, namun juga dapat mencegah penyebaran penyakit antar-pekerja.
Robot untuk kesehatan dan kesejahteraan hewan
Robot tidak hanya dikembangkan untuk membantu manusia dalam hal produksi, kini robot juga dikembangkan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hewan di dalam kandang. Dengan adanya robot yang ada di dalam kandang selama 24 jam, kesehatan pekerja dan kesejahteraan hewan karena peternak lebih terjamin. Peternak tidak perlu repot mengumpulkan data lingkungan kandang dan memonitor kesehatan ayamnya karena selain dapat bekerja mengatur kandang, robot  juga dapat mengukur temperatur, kelembapan udara dan merekam atau mendengar suara.
Sebagai contoh, robot ChickenBoy asal Spanyol dan Octopus Scarifier asal Prancis, telah dilengkapi berbagai sensor dan kamera untuk mengoleksi data keadaan kandang yang dapat dikirim langsung oleh robot menggunakan wifi maupun pesan singkat sehingga cepat dan mudah dianalisa oleh peternak maupun dokter hewan. ChickenBoy robot merupakan robot yang digantungkan pada langit-langit kandang yang mampu memonitor berbagai keadaan kandang, merekam dan menganalisa suara ayam, hingga menganalisa kotoran ayam. Robot ini juga dapat mengirimkan data kandang yang diperolehnya secara otomatis dan realtime. Sedangkan Octopus scarifier dikembangkan untuk mengaerasi litter, desinfeksi kandang, serta memonitor keadaan lingkungan kandang.
Baca Juga: Menilik Penggunaan Robot dalam Industri Perunggasan
Selain itu, beberapa robot juga dilengkapi dengan scarifier atau alat yang bisa memecah litter yang menggumpal pada lantai kandang. Litter yang teraerasi dengan baik oleh robot, diklaim dapat meningkatkan ADG  dengan mengurangi level ammonia dalam kandang. Aerasi yang baik juga dapat mengurangi jumlah kematian, bakteri sehingga mengurangi penggunaan antibiotik. Penggunaan robot seperti Octopus scarifier maupun Tibot Spoutnik juga dikalim mampu mengurangi kejadian penyakit yang berasal dari litter seperti aspergillosis, pododermatitis dan infeksi pada kaki ayam. Selain itu, robot seperti Octopus scarifier dapat memudahkan peternak untuk melakukan desinfeksi di mana cairan desinfektan yakan disemprotkan secara aerosol di dalam kandang.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi November 2020 dengan judul “Penggunaan Robot pada Industri Perunggasan Dunia”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153