Zinc (Zn) dan copper (Cu) merupakan logam berat dan unsur mineral yang essensial. Asupan yang kurang optimal dari unsur-unsur tersebut dapat menimbulkan gejala defisiensi yang akan mempengaruhi sistem reproduksi, kesehatan dan performa. Seringkali Zn dan Cu digunakan pada kadar yang jauh lebih tinggi (10 – 30 kali kebutuhan nutrisi) dalam pakan babi sebagai antimikroba. Aplikasi farmakologi ZnO dan Cu dalam dosis tinggi merupakan treatment yang efisien dalam proses penyapihan dan diare pasca penyapihan (PWD), tetapi jika diberikan dalam jangka panjang akan menimbulkan efek negatif pada ternak dan berdampak buruk pada lingkungan.

Aspek lingkungan dari penggunaan zinc oxide dan copper pada pakan babi

Resistensi bakteri terhadap antibiotik kini telah menjadi isu besar dalam kesehatan hewan dan manusia, karena beberapa molekul obat-obatan mulai kurang efisien untuk mengobati beberapa penyakit. Penggunaan zinc secara intensif dalam pakan memungkinkan terjadinya peningkatan resistensi bakteri sehingga pengobatan menggunakan antibiotik menjadi semakin tidak efektif terhadap beberapa jenis bakteri.

Dalam Grafik 1 menunjukan hasil percobaan yang membandingkan sumber, jumlah dan efek zinc oxide (ZnO) pada resistensi bakteri terhadap penggunaan antimikroba. ZnO dalam konsentrasi tinggi dan penggunaan antibiotik sama-sama meningkatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Penggunaan Zinc oxide potensial (HiZox® dari Animine) dengan dosis lebih rendah pada pakan anak babi merupakan cara untuk mengurangi perkembangan dan penyebaran resistensi bakteri terhadap antibiotik pada ternak.

Grafik 1: Ekspresi resistensi Bacitracin pada pakan anak babi dengan kandungan ZnO tinggi (2400 ppm Zn) dan HiZox® pada dosis rendah (110 ppm Zn), dengan atau tanpa chlortetracycline.

Dalam studi kasus penggunaan copper, jika dosisnya tepat, maka akan berperan dalam respon bakteri, suplai dan status oksidatif Cu juga akan berpengaruh terhadap modulasi bakteri yang membuat reduksi dari inklusi Cu tanpa mengurangi performanya.

Sebuah studi dari Universitas Wageningen, Belanda, menyatakan bahwa efek penggunaan CoRouge® (Copper oxide monovalen) pada E. coli dibandingkan CuSO4 (sumber divalen Cu). Hasil ini menggambarkan pentingnya sumber copper pada efek yang diharapkan pada ternak (Grafik 2).

Grafik 2: Keberadaan relatif E. Coli di usus anak babi yang diberikan pada pakan dengan sumber dan dosis Cu yang berbeda.

Terlepas dari resistensi bakteri, akumulasi Cu dan Zn pada kotoran (feses) dan tanah menjadi perhatian khusus bagi masyarakat lokal.

Solusi nutrisi untuk mengurangi trace elemen pada pakan babi

Seiring dengan peraturan yang mewajibkan pengurangan dosis pada trace elemen, para ahli nutrisi mencari sumber trace mineral yang teridentifikasi dengan baik agar dapat lebih menjamin keamanan, dan terbukti dapat mengoptimalkan kesehatan usus dan bioavailabilitas.

Dari perspektif ini, HiZox® sebagai sumber potensial zinc oxide dan CoRouge® yang merupakan bentuk monovalen copper oxide yang baru terdaftar di Asia, memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengontrol mikrobiota usus dengan lebih baik pada dosis yang lebih rendah daripada ZnO dan CuSO4 standar.

Sumber Zn dan Cu oxide yang digunakan dalam nutrisi pakan mungkin memiliki sifat fisikokimia yang sangat berbeda, hal ini menjelaskan pada kita akan nilai variabel bioavailabilitas serta kemanjuran yang berbeda pada anak babi, terkait dengan sifat antibakterinya.

Kedua produk ini dapat berkontribusi bersama dengan adaptasi pola pakan, perbaikan manajemen dan penerapan biosekuriti (yang sering berjalan beriringan) untuk menurunkan kadar zinc oxide dan copper dalam pakan babi dengan tetap mendapatkan performa ternak yang tinggi. Adv