POULTRYINDONESIA, Jakarta – Menguasai hulu hingga hilir adalah kunci keberhasilan bertahan peternakan ayam Kampung Unggul Balitbangtan ( KUB ). Hal ini seperti yang disampaikan oleh Sumali, peternak ayam KUB dalam acara webinar dengan tema “Cara Praktis Budidaya Ayam KUB”. Acara yang berlangsung secara online via aplikasi Zoom ini diadakan oleh Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) yang berkolaborasi dengan BPTP Jawa Tengah pada, Rabu (22/6).
Menurut Sumali, pihaknya sudah mempunyai line bisnis terintegrasi yang cukup baik mulai dari indukan hingga kuliner ayam KUB. Tak terkecuali pakan, sehingga di tengah goncangan yang luar biasa di dunia peternakan unggas, pihaknya mampu meredam dan dapat bertahan dengan baik.
“Jika hasil penetasan berupa DOC (Day Old Chick) tidak laku, maka akan saya besarkan sendiri. Jika saya besarkan sendiri menjadi ayam pedaging tidak laku, maka saya olah sendiri menjadi menu kuliner. Begitu pula kalau indukan tidak laku dijual, maka saya pelihara sendiri menjadi indukan,” tegasnya.

Baca Juga: Medion Salurkan Bantuan Penanganan Penyakit Mulut & Kuku

Ia bercerita bahwa dalam sebulan pihaknya mampu memproduksi 1500 ekor DOC, dengan harga antara Rp6000 hingga 7000/ekor. Ia mengungkapkan wilayah penyebaran pasar DOC produksinya adalah di Jawa Tengah bahkan sampai ke Jawa Timur.
Sumali juga mengungkapkan bahwa harga daging ayam KUB akhir – akhir ini mengalami peningkatan yang dipatok dengan harga Rp.35.000/kg, bahkan akhir – akhir ini meningkat menjadi Rp.45.000- 50.000/kg.
“Ayam saya banyak yang saya jual, karena harga bagus. Menurut saya harga bagus ini lebih dikarenakan banyaknya peternak yang sedang berhenti beternak, karena goncangan yang luar biasa dari pandemi serta goncangan harga pakan,” tegasnya.
Sumali mengaku beruntung tidak terkena imbas yang berarti dari goncangan harga pakan. Hal ini lantaran sistem produksi pakan yang diterapkan dalam usahanya cukup bagus.
“Harga pakan kami bertahan di harga Rp4500/kg dan baru akhir – akhir ini saja ada kenaikan harga Rp500/kg, sehingga menjadi Rp.5000/kg,” pungkasnya.