Pemakaian dan peredaran dari antibiotik memerlukan pengawasan yang ketat untuk mencegah terjadinya AMR (sumber gambar: www.soilassociation.org)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bersama dengan World Animal Protection (WAP), dan CIVAS mengadakan ‘Press Conference Final Report: Penemuan Bakteri Kebal Antibiotik Pada Produk Pangan Ayam Broiler.’ Acara ini diselenggarakan secara daring via Zoom dan YouTube Jumat ,(16/7).
Jacqueline Mills selaku head of farming WAP mengatakan bahwa industri peternakan yang mengesampingkan kesejahteraan hewan pada proses pemeliharaanya, dapat memicu pemakaian antibiotik secara berlebihan. Dampaknya dapat mendukung terjadinya resistensi antibiotik (AMR). Resistensi ini dapat menyebar melalui rantai makanan dan pada lingkungan sehingga membahayakan lingkungan.
“Resistensi antibiotik ini merupakan masalah global, sehingga WHO menyebut isu ini menjadi ancaman terbesar pada abad ini”.
Jacqueline menyarankan bahwa memperbaiki kesejahteraan hewan pada proses pemeliharaan merupakan salah satu cara terbaik untuk memproteksi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dari AMR.
Baca Juga: Komitmen Zoetis Menjawab Tantangan AMR
Masih mengenai AMR, menurut Tulus Abadi selaku ketua YLKI mengatakan bahwa AMR juga menjadi isu yang hangat diperbincangkan di lembaga konsumen dunia. Kontrol terhadap pasar maupun barang yang beredar menjadi perhatian khusus bagi YLKI sesuai dengan undang undang yang berlaku di indonesia, salah satunya daging ayam.
“Daging ayam yang kita konsumsi tentunya harus aman, jadi tidak hanya soal harga tetapi apakah daging tersebut mengandung bakteri yang resisten atau tidak yang akan berdampak pada kesehatan konsumen,” ujar Tulus.
Tulus menyebutkan bahwa terdapat tiga catatan yang didapatkan dari hasil penelitian ini. Pertama, pengawasan serta regulasi pra-pasar dan pasca-pasar oleh pemerintah seperti penjualan antibiotik. Kedua, pelaku usaha agar konsisten dalam praktek bisnis agar setiap rantai pasok tidak menggunakan antibiotik yang dilarang oleh pemerintah. Ketiga, temuan penelitian ini jangan sampai kemudian konsumen merasa takut mengkonsumsi daging ayam.
“Secara kesehatan daging ayam merupakan sumber protein hewani utama dalam konsumsi masyarakat Indonesia. Apalagi konsumsi daging ayam sangat populer di kalangan masyarakat.”
Tulus menambahkan bahwa temuan ini diharapkan dapat menjadi pemacu bagi konsumen, pemerintah, maupun operator atau pelaku usaha untuk menjamin produk perunggasan dari cemaran residu antibiotik maupun bakteri yang kebal antibiotik.