POULTRYINDONESIA, Surakarta – Pengurus Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Solo Raya (Pinsar Solo Raya) resmi dilantik di Ibis Hotel Solo, Sabtu (12/10). Adapun pengurus Pinsar Solo Raya menaungi beberapa daerah, seperti Kota Solo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo Kabupaten Sragen dan Kabupaten Wonogiri.
Selaku Ketua Pinsar Solo Raya, Agus Eko Sulistyo mengajak para peternak Solo Raya untuk tetap kompak dan semangat di tengah kondisi perunggasan yang bergejolak. Menurutnya, rencana kedepan Pinsar Solo Raya akan membentuk sebuah koperasi, sehingga bisa lebih mudah dalam bekerjasama antar lembaga. Termasuk bagaimana bekerjasama dengan pemerintah.
“Dengan berkoperasi, kita berharap bisa bekerjasama dengan pemerintah, seperti saat ini terkait subsidi jagung. Terlebih bagaimana kita juga dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis yang akan dijalankan. Atau kalau tidak, kita juga berharap kedepan bisa melakukan importasi bahan pakan sendiri melalui koperasi, sehingga tidak tergantung dengan pabrikan. Intinya bagaimana kita bisa lebih efisien, termasuk dengan menekan biaya produksi,” jelasnya.  
Mewakili Ketua Umum Pinsar Indonesia, Wakil Ketua Umum Pinsar Indonesia, Hidayaturahman, mengucapkan selamat kepada para pengurus Pinsar Solo Raya yang telah dikukuhkan. Dirinya berharap, dengan pengukuhan ini bisa menjadi bukti keseriusan kita dalam berkontribusi kepada bangsa dan negara dalam penyediaan gizi yang murah dan berkualitas. Dirinya menegaskan bahwa Pinsar Indonesia telah berkiprah lebih dari 30 tahun. Dan saat ini anggotanya telah menyebar lebih dari 30 provinsi di Indonesia. Tentu ini menjadi sebuah prestasi yang harus disyukuri dan ditingkatkan lagi.
“Dengan rekam jejak ini, tentu hubungan antara Pinsar Indonesia dengan Kementan sudah terjalin cukup lama. Dan kami tetap ingin menjadi partner yang baik bagi pemerintah untuk berkontribusi kepada negara dan bangsa dalam menyediakan protein asal hewani yang terjangkau, baik telur, daging dan aneka unggas. Semoga Pinsar ini betul-betul dapat menjadi patner pemerintah sehingga dapat berkontribusi terhadap pemeuhan gizi dan lapangan pekerjaan bagi jutaan masyarakat dan pelaku usaha baru. Sehingga harapannya sektor yang tengah kita geluti bisa lebih baik dan kondusif kedepannya, sehingga para generasi penerus pun minat dan melirik kepada sektor ini. Jangan sampai kita tidak ada penggantinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Pinsar Indonesia, Prof. Muladno mengungkapkan bahwa pelantikan ini menjadi sebuah gambaran kekompakan dalam rumah sendiri. Dalam kesempatannya dirinya berfokus pada program Makan Bergizi Gratis, betul-betul bisa mengembalikan jumlah peternak hingga kejayaan peternak rakyat. Pasalnya menurutnya saat ini peternak broiler rakyat hanya tinggal 15-20%, sedangkan peternak layer rakyat juga semakin berkurang. Dan dalam hal ini dirinya mengajak untuk semua pihak mencegah peternak layer jangan sampai seperti broiler.
“Mumpung kedepan ada program Makan Bergizi Gratis, harus kita jadikan momentum sebagai kebangkitan peternak. Untuk itu, saya mengingatkan dan mengajak para pengurus Pinsar untuk segera konsolidasi dengan asosiasi-asosiasi lain. Jangan hanya sesama Pinsar saja, karena itu satu rumah. Kita harus berkonsolidasi untuk mendukung pemerintah, dan di sisi lain bisa membangkitkan sektor perunggasan rakyat,” tegasnya.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHNak), Tri Melasari  menyampaikan bahwa Ditjen PKH terus mendorong dan mendukung upaya-upaya konsolidasi dan sinergitas dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dengan asosiasi. Khususnya dalam peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi protein hewani, khususnya daging ayam dan telur, yang merupakan komoditas peternakan yang relatif terjangkau dan mudah diperoleh di masyarakat.
Menurutnya peningkatan konsumsi protein hewani diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan seperti stunting, gizi buruk dan masih rendahnya tingkat Human Development Index (HDI). Sehingga ke depan kita harapkan akan terjadi peningkatan kualitas SDM masyarakat Indonesia dan disisi lainnya juga akan meningkatkan kesejahteraan peternak.
“Kemajuan dalam industri perunggasan tentu saja merupakan hasil dari dukungan berbagai pihak yang saling bersinergi dan berkolaborasi. Baik pemerintah, swasta maupun organisasi/asosiasi termasuk Pinsar Indonesia. Semoga dengan kepengurusan baru ini dapat semakin memberikan semangat bagi seluruh keluarga besar Pinsar wilayah Solo Raya menjadi lebih maju dan berkembang untuk mencapai tujuan bersama. Dengan adanya tugas dan kepercayaan ini menjadi suatu amanah bagi bapak/ibu untuk dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” tambahnya.