Divisi Peternakan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga menggelar kuliah tamu dengan tema “Mengidentifikasi Segmen dan Target Pasar”, pada Kamis, (19/05).
POULTRYINDONESIA, Jakarta Universitas memang sudah selayaknya mampu memberikan segala macam apa yang seharusnya diberikan oleh mahasiswanya. Bagaimanapun mahasiswa merupakan pondasi kuat untuk nantinya bisa membangun bangsa. Berangkat dari hal tersebut, Divisi Peternakan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga menggelar kuliah tamu dengan tema“Mengidentifikasi Segmen dan Target Pasar”, pada Kamis, (19/05).
​Dalam acara yang digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting ini, Dr. M. Anam Al Arif., drh, MP, selaku Ketua Divisi Peternakan dalam sambutannya mengatakan bahwa tema ini sangat penting untuk bisa diserap oleh para mahasiswa dan juga para lulusan baru atau fresh graduateuntuk bisa mengetahui segala tantangan yang ada di lapangan.
​“Pada acara ini saya berterima kasih atas kehadiran narasumber, karena narasumber kita pada hari ini memang sosok yang memiliki basik akademisi dan juga praktisi. Saya berharap mahasiswa dan juga para lulusan baru ini bisa bertanya sebanyak-banyaknya untuk bisa menggali ilmu dari beliau. Kalau selama ini  sudah dapat teori dari perkuliahan, maka kali ini saya berharap banyak ilmu dari lapangan yang bisa di dapat,” terang Anam.
Baca Juga: Prof. Akhmad Sodiq Dilantik sebagai Rektor Unsoed
drh. Desianto Budi Utomo, Ph.D, selaku Vice PresidentFeed Technology, PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk., yang hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut saat ini dengan adanya industri 4.0 yang bahkan sudah menuju industri 5.0, semua orang harus bisa dengan cepat beradaptasi, karena mengadopsi kemajuan industri yang ada ini merupakan cara untuk meningkatkan daya saing perusahaan, dan perkembangan era digital membawa perubahan yang sangat cepat dan dinamis.
“Saat ini pilihannya adalah kita wajib mengikuti perkembangan yang ada, karena kalua tidak kita akan ketinggalan. Karena bagimanapun mereka yang lamban akan dimakan oleh yang cepat, bahkan Klaus Schwab yang merupakan Founder and Executive Chairman World Economic Forum, mengatakan bahwa di dunia ini bukan ikan yang besar yang akan memakan ikan yang kecil, namun ikan yang tercepatlah yang akan memakan ikan yang lambat, ditambah tantangan di depan adalah era di mana penuh ketidakpastian,” tutur Desianto.
Desianto mengatakan ada tiga hal cara menentukan pasar, pertama yang berkaitan dengan market research yaitu dengan melihat perilaku konsumen atau Consumers’ Behavior, melihat tren konsumen atau Consumer Trends, dan juga Competitive Intelligence. Kemudian yang kedua menurut Desianto perlu adanya analisis, yaitu analisa data yang sudah dikumpulkan yang nantinya akan disesuaikan dengan marketing strategy. Dan cara yang terakhir adalah Identifikasi, yaitu pengelompokan hasil dari analisis, yang kemudian akan disaring dan produk akan disesuaikan dengan permintaan pasar.
Lebih dalam Desianto juga membahas ada tiga strategi utama untuk menargetkan pasar. Pertama adalah Mass Marketing (Undifferentiated) atau pemasaran secara massal, yaitu dengan menargetkan bisnis dalam seluruh pasar dan mengabaikan segmen. Dalam strategi ini produk berfokus pada apa yang menjadi kebutuhan pelanggan secara luas.
Startegi yang kedua adalah Income Segments, yang di dalamnya memuat target bisnis dalam beberapa segmen pasardalam pasar yang sama, produk apa saja yang dirancang dan ditargetkan pada masing-masing segmen, dan memerlukan perencanaan pemasaran. Kemudian strategi yang ketigaadalah Behavior Segments, yaitu fokus pada segmen bisnis yang lebih mengerucut, untuk tujuan mencapai posisi pasar yang kuat.