Kumpulan DOC pada brooding (sumber gambar: https://www.agriculturediary.com/)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Menurut Amin, peternak juga perlu memerhatikan aspek aspek yang kritis pada fase-fase awal pemeliharaan di kandang. Fase awal seperti persiapan kandang dan perlakuan satu minggu pertama ayam dipelihara di kandang merupakan fase yang sangat penting. Pada fase persiapan kandang, hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengeluarkan semua bahan organik, karena bahan organik tersebut sangat sekali disukai oleh mikroorganisme, maupun makroorganisme. “Semua bahan organik itu usahakan keluar seperti litter, sisa kotoran dan sisa pakan itu harus bersih. Kemudian lakukan desinfektan, sanitasi air minum dengan metode flushing dan diberi klorida,” tambah amin.
Selanjutnya Amin juga menggarisbawahi saat fase pertama kali ayam berupa DOC datang ke kandang. Perlunya peternak memersiapkan suhu yang ideal bahkan sebaiknya pemanas dinyalakan beberapa jam sebelum DOC datang. Selanjutnya, ia menegaskan bahwa ketika DOC masuk ke kandang, perlu sesegera mungkin agar ayam langsung mengonsumsi pakan.
“Yang perlu diperhatikan adalah pre heating dan juga brooding manajemen. Perlu adanya early feed intake, kita semua ingin ketika ayam itu masuk kandang, bisa sesegera mungkin mengonsumsi pakan dan air minum caranya yaitu dengan mountain feeding. Jika digambarkan prosesnya itu pakan ditaruh di atas kertas lalu dibuat seperti gunung. Ayam itu begitu ditaruh di atas mountain feeding itu. Harapannya DOC bisa segera mendapatkan feeding intake, sehingga organ pencernaan itu bisa berkembang sesegera mungkin, fili-fili usus semakin banyak, permukaannya semakin luas, sehingga penyerapan ususnya akan semakin bagus,” papar Amin.
Baca Juga: Manajemen Sirkulasi Udara dengan Sistem Kandang Tunnel
Kompensasi dari manajemen pemeliharaan yang bagus di minggu-minggu pertama adalah performa saat panen yang menguntungkan. Hal tersebut dikarenakan pada minggu-minggu awal pemeliharaan, ayam sedang memulai fase pertumbuhan primer di mana sel-sel sedang mengalami proses hyperplasia. Sel-sel tersebut akan bertambah dengan melakukan pembelahan sel terutama di organ pencernaan, di mana organ pencernaan memegang peranan vital sepanjang kehidupan ayam. Organ pencernaan bertanggung jawab untuk menyerap seluruh kandungan nutrisi yang ada di dalam pakan untuk pada akhirnya dikonversi menjadi bobot badan.
Hal tersebut senada dengan paparan Amin yang menyatakan bahwa pemeliharaan di awal itu penting untuk menjadi perhatian utama. Selain itu amin juga menambahkan bahwa suhu yang ada di kandang harus selalu dicek dan dikontrol karena ayam modern cenderung untuk menghasilkan panas yang besar sehingga butuh bantuan dari lingkungan untuk memindahkan panas dari tubuh ayam keluar.
“Proses ini merupakah salah satu proses yang krusial, jika menggunakan kandang open memang butuh usaha yang lebih dari pemeliharaan yang menggunakan closed house. Namun perernak yang menggunakan closed house juga harus bisa memaksimalkan peralatan yang ada agar suhu di dalam kandang itu sesuai dengan kebutuhan ayam,” jelasnya.
Ayam modern saat ini memang sudah mampu menghasilkan daging dengan bobot yang tinggi namun dalam waktu yang relatif singkat. Namun perlu diingat dalam melakukan pemeliharaan baik menggunakan closed house maupun open house, harus bisa memanfaatkan sumber daya yang ada di kandangnya. Sebagai contoh jika menggunakan closed house, operator harus paham kapan ia merespon tingkah laku ayam dengan alat dan perlakuan yang tepat pula. Juga jika peternak menggunakan kandang open house, harus bisa memastikan bahwa kandangnya tetap bisa mengalirkan udara ketika suhu tinggi, dan tetap menjaga suhu tetap hangat ketika suhu rendah. Domi, Esti.
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2021 dengan judul  Rambu-rambu dalam Memelihara Ayam Ras Modern”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153