PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia bekerjasama dengan PT SHS International menyelenggarakan seminar daring pada hari Selasa (28/6) bertema “Visible Support and Effective First Protection for DOC in Hatcheries and Farm”.
PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia bekerjasama dengan PT SHS International menyelenggarakan seminar daring pada hari Selasa (28/6) bertema “Visible Support and Effective First Protection for DOC in Hatcheries and Farm”.
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pada industri perunggasan, awal pemeliharaan merupakan sebuah periode yang dapat mempengaruhi performa ternak kedepannya. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius bagi peternak. Atas dasar hal tersebut, PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia bekerjasama dengan PT SHS International menyelenggarakan seminar daring pada hari Selasa (28/6) bertema  “Visible Support and Effective First Protection for DOC in Hatcheries and Farm”.
Dalam sambutannya, drh. Veny Wibowo Direktur PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu yang telah meluangkan waktu untuk dapat mengikuti acara webinar ini. “Semoga materi ini dapat bermafaat dan membuka wawasan bapak ibu sekalian, sehingga yang terpenting dapat meningkatkan performa ternaknya,” ujarnya.
Baca Juga: Resmi Dilantik, Pengurus Wilayah PPN NTB Siap Memperkuat Kemajuan Peternak Layer
Turut hadir dalam kesempatan ini, drh. Lusianingsih Winoto, selaku Product Manager PT SHS International. Dalam kesempatannya, Lusi turut mengucapkan terima kasih atas kehadiran para peserta pada seminar ini. “Seperti yang kita ketahui, kesehatan pencernaan adalah faktor penting penentu performa produksi ayam. Lebih jauh, kesehatan pencernaan dipengaruhi oleh keseimbangan mikroflora dalam saluran cerna, yang harus dimulai sedini mungkin. Bila memungkinkan kita mulai dari embrio, dan bila tidak bisa dimulai dari DOC,” jelasnya.
Pada seminar ini, Tony Unandar selaku private poultry consultant memaparkan materi mengenai “Optimizing Genetic Potential: Through Stimulating Early Growth & Immunity”. Dirinya menjelaskan bahwa telah terjadi perkembangan genetik yang luar biasa pada ayam modern, terlebih pada broiler. Kemudian, berdasarkan data dari Aviagen menunjukkan bahwa total grow out ayam modern semakin berkurang, namun untuk masa inkubasi dan brooding relatif tetap. Hal ini menunjukan bahwa  semakin baik genetik ayam, maka proses-proses selama inkubasi termasuk pada minggu pertama atau fase brooding akan semakin penting.
“Dalam keadaan normal, selama embrional ayam telah mengalami stress. Apalagi jika ditambah dengan faktor stress lain. Kemudian fase penyebaran DOC merupakan fase ayam mengalami stress tertinggi. Apabila hal tersebut tidak kita kelola dengan baik, maka dapat mengganggu performa produksi ayam kedepan. Untuk itu, pemberian nutrisi pakan lebih dini (maksimum 8 jam setelah dari penetasan) merupakan sebuah hal yang penting,” jelas Tony. Dirinya menambahkan, berdasarkan beberapa penelitian, spirulina dapat dimanfaatkan untuk mengurangi tingkat stres pada ayam, terlebih diawal pertumbuhan.
Hal senada disampaikan oleh drh. Kristiana Rini A selaku Product Manager PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia. Menurutnya spirulina adalah mikroalga atau biasa dikenal dengan fitoplankton, dan merupakan awal dari rantai makanan. Spirulina kaya akan protein, vitamin, mineral, antioksidan dan subtansi bioaktif yang berfungsi untuk pembentukan enzim atau hormon. Lebih lanjut dalam kesempatan ini, dirinya banyak menjelaskan terkait alternatif produk yang dapat digunakan untuk mendorong kesuksesan program early feeding. Dalam pengaplikasiannya, ia merekomendasikan aplikasi gel.
“Keuntungan aplikasi gel adalah lebih merata dan mudah dikonsumsi, bulu akan tetap kering, tidak mempengaruhi thermoregulasi dan tidak beresiko pada inhalasi,” tegasnya.