Proteksi ayam sejak dini diperlukan agar ayam terhindar dari penyakit (www.poultrynews.co.uk)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Serangan penyakit merupakan suatu hal yang sangat dihindari oleh para peternak. Penyakit ini tentu dapat membuat kerugian ekonomi pada peternak yang mengakibatkan terjadinya inefisiensi pakan, penurunan performa produksi hingga terjadinya kematian pada ayam. Salah satu penyebab inefisiensi pakan tersebut dikarenakan banyaknya konversi nutrisi pakan untuk sistem imunitas tubuh melawan serangan penyakit. Merespon hal tersebut, Poultry Indonesia menggelar Poultry TechniClass Series #1 dengan tema “Memaksimalkan Imunitas Aktif dan Pasif Pada Unggas” secara daring melalui aplikasi Zoom, (24/7).
Imunitas merupakan kemampuan tubuh dalam melindungi infeksi yang disebabkan oleh agen penyebab penyakit. Imunitas dapat bersifat aktif maupun pasif. Imunitas aktif merupakan imunitas yang dihasilkan akibat adanya respon paparan patogen. Respon ini akan memicu tubuh untuk menghasilkan antibodi yang nantinya dapat mengenali agen penyakit tersebut jika terjadi serangan kembali di kemudian hari. Kekebalan ini juga bisa didapatkan dari vaksinasi. Imunitas pasif merupakan proteksi yang berasal dari induk maupun pada anak setelah lahir maupun awal pertumbuhannya serta imunitas yang didapatkan melalui serum.
Tony Unandar, Private Poultry Consultant menjelaskan bahwa walaupun anak ayam mendapatkan imunitas pasif dari induk tapi dia sendiri harus mempunyai kekuatan untuk melawan patogen baik selama masa embrional maupun ketika sudah keluar dari telur.
“Imunitas pasif ini dapat diturunkan kepada anak apabila imun induknya pun juga baik yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kondisi kesehatan, program vaksinasi dan tingkat keseragaman,” ujarnya.
Tony melanjutkan bahwa imunitas pasif saja tidak dapat diandalkan, untuk itu harus diperhatikan berbagai hal lain seperti innate immunity, adaptive immunity dan lain sebagainya.
Baca Juga: Peneliti Kemukakan Probiotik Mampu Tingkatkan Produktivitas dan Imunitas 
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, drh. Ayatullah M. Natsir selaku Poultry Business Unit Ceva Animal Health Indonesia membawakan materi terkait cara mengoptimalkan proteksi penyakit melalui vaksinasi.Menurut Ayat, vaksinasi merupakan tindakan proteksi terhadap penyakit dengan mendorong kekebalan spesifik pada ayam terhadap suatu agen penyakit.
“Terdapat beberapa Aspek kunci dari vaksin dan vaksinasi diantaranya, keamanan, efikasi, mudah ditangani dan diaplikasikan serta kompatibilitas dengan vaksin lain,” jelasnya.
Lebih lanjut Ayat menambahkan bahwa untuk efikasi tersendiri terdapat beberapa hal penting yakni seberapa cepat efek kekebalan vaksin, durasi bertahan kekebalan, serta perlindungan yang luas dan lengkap dari patogen yang yang hendak menyerang.
Untuk informasi, Poultry Technic Class Series merupakan program baru dari Poultry Indonesia sebagai sarana berdiskusi dan update informasi bagi semua pemangku kepentingan terkait hal-hal teknis yang menyangkut dunia perunggasan.
Acara ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan perunggasn dari berbagai latar belakang baik peternak, perusahaan, pemerintah, asosiasi perunggasan, praktisi dokter hewan hingga akademisi dan peneliti.