POULTRYINDONESIA, Tangerang – Pertumbuhan dan perkembangan dari ternak, sangat dipengaruhi oleh input pakan. Bahkan, menurut Prof. Budi Tangendjadja selaku pakar nutrisi ternak dalam seminar bertajuk “Elevate your Investment Strategy with Advanced Trace Minerals” yang diadakan oleh PT Trouw Nutrition Indonesia (Trouw) pada Rabu, (1/3) di Episode Hotel Gading Serpong, Tangerang, mengatakan bahwa ayam ras baik pedaging maupun petelur telah mengalami berbagai macam kemajuan setelah melalui proses riset dan pengembangan terutama dari segi laju pertumbuhan bobot badan. 
“Ayam ras modern saat ini membutuhkan nutrisi yang berbeda seiring dengan perkembangan teknologi dari genetika ayam itu sendiri. Baik ayam ras petelur maupun pedaging telah melalui proses seleksi genetika yang membuat pertumbuhan dan perkembangan ayam dari segi bobot badan lebih cepat dari 20 tahun silam,” jelas Budi.
Maka dari itu, Budi menegaskan bahwa untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, dibutuhkan kandungan nutrisi yang tepat baik dari segi makro nutrien maupun mikro nutrien dalam pakan, salah satunya adalah trace mineral. “Dengan semakin tingginya kebutuhan nutrien, maka harus juga memperhatikan kandungan trace mineral dalam pakan karena mampu membantu kerja fisiologis dalam ayam. Akan tetapi pemberiannya harus presisi karena kelebihan trace mineral dapat mengakibatkan keracunan,” ucap Budi.
Selanjutnya menurut Scott Fry, Ph.D. yang menjabat sebagai Selko Global Business Director Trace Minerals, menjelaskan tentang bagaimana salah satu produk dari Trouw yaitu IntelliBond® milik Selko (merek feed additive milik Trouw Nutrition) yang menawarkan hydroxy trace mineral pertama di dunia.
“Sebagai bentuk kesuksesan di pasar, kini IntelliBond® menjadi primadona khususnya di industri perunggasan, di mana IntelliBond® telah digunakan oleh 6 dari 10 integrator broiler terbesar di A.S. IntelliBond® menjadi standar trace minerals yang baru, dimana dalam pakan, IntelliBond® menjadi unik karena memiliki konsentrasi tinggi dan tidak reaktif serta memiliki teknologi OptiSize. Di dalam food chain, IntelliBond® memiliki traceability serta standar kualitas yang baik. Sedangkan bagi ternak, IntelliBond® mampu membuktikan performans yang baik serta memberikan nilai ekonomi yang efektif,” ungkap Scott.
Selanjutnya menurut Kinasih Sekarlangit selaku Trace Mineral Program Manager PT Trouw Nutrition Indonesia dalam presentasinya mengatakan bahwa penggunaan IntelliBond® pada layer masa pullet dapat dilihat bahwa IntelliBond® mampu meningkatkan performans pullet serta mendukung tingkat keseragaman yang lebih baik. Hal tersebut turut memengaruhi biaya pakan yang dikeluarkan, yang mana tentunya dapat lebih ditekan apabila menggunakan IntelliBond®.
“Sama halnya pada broiler, saat membandingkan antara IntelliBond® dan Sulfat Trace Minerals, IntelliBond® mampu meningkatkan tidak hanya performans tetapi juga nilai karkas yang dilihat dari adanya kenaikan persentase carcass yield, breast meat yield, serta thigh yield yang kemudian memberikan nilai pendapatan dan keuntungan yang lebih baik untuk bisnis kita. Dari perhitungan yang ada, dapat disimpulkan bahwa IntelliBond® memberikan Return Of Investment (ROI) sebesar 8X untuk perhitungan livebird dan 15X untuk nilai karkas,” ungkap Kinasih.
Acara tersebut ditutup oleh Yana Ariana selaku Director Feed Additive & Animal Health PT Trouw Nutrition Indonesia mengatakan bahwa bersama Selko, Trouw menyediakan solusi feed additive yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi yang ada. Selko memiliki portofolio lengkap pada keseluruhan feed-to-food value chain, dimulai dari feed safety, Salmonella control, gut health, antimicrobial resistance, hingga trace mineral optimisation. “Dimulai dengan peluncuran IntelliBond® pada hari ini, kami berharap IntelliBond® dapat menjadi salah satu merek trace minerals terbesar di Indonesia, mengikuti jejak kesuksesan di U.S,” pungkas Yana.