POULTRYINDONESIA, Bogor – Pemeliharaan awal pada peternakan ayam sangat penting untuk diperhatikan. Sebab, pertumbuhan DOC (Day Old Chick) akan menentukan performans pada akhir pemeliharaan. Atas hal tersebut, PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia bersama PT SHS International menggelar seminar yang bertajuk “A Progressive Method to Provide Early & Strong Protection For DOC”. Seminar ini dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom dan luring di IPB International Convention Center, Bogor, Rabu (1/3).
Dalam sambutannya, drh. Veny Wibowo selaku Direktur PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta seminar yang telah hadir. “Ini seminar yang ketiga Biochem bersama PT SHS, terima kasih untuk Bapak Ibu atas partisipasinya. Topik yang dibahas hari ini adalah metode yang lebih progresif pada DOC. Artinya, sedini mungkin kita harus memberikan proteksi kepada DOC. Para peternak telah mengetahui cara pemeliharaan early, tetapi bagaimana cara membuat lebih strong maka akan dibahas pada seminar ini,” ujar Veny.
Sementara itu, drh. Lusianingsih Winoto selaku Product Manager PT SHS International dalam sambutannya turut mengucapkan terima kasih kepada audien seminar hybrid ini. Ia pun memberikan gambaran terkait pentingnya masa pemeliharaan DOC.

Baca juga : Biochem: BioTox® Broad-Spectrum Mycotoxin Binder

“Seperti kita ketahui bahwa DOC adalah hal yang paling penting seperti kita mempunyai anak saat balita, jika pertumbuhannya bagus maka hasil ke depannya akan bagus pula. Oleh sebab itu, kami membuat judul seminar mengenai proteksi kepada DOC,” kata wanita yang akrab disapa Lusi tersebut.
Dalam pemaparan materinya, Etienne Effenberger, Biochem Product Manager Dietary Feed Supplements menjelaskan bahwa pentingnya melihat mortalitas (angka kematian) pada minggu pertama pemeliharaan. Mortalitas menjadi indikator peternak untuk mengetahui baik buruknya kualitas DOC dan manajemen pemeliharaannya.
“Kita memiliki kesempatan di minggu pertama untuk melihat mortalitas DOC. Mortalitas di minggu pertama menjadi indikator baik buruknya kualitas DOC atau manajemen pemeliharaan yang mudah diperhatikan. Apabila mortalitas tinggi di hari ke-3 sampai ke-7, maka masalah terletak pada manajemen pemeliharaan, namun jika mortalitas tinggi di hari ke-1 sampai ke-7, maka masalah terletak pada kualitas DOC-nya. Akan tetapi, apabila mortalitas tinggi di awal dan ada di puncak sampai hari ke-7, maka letak masalah di kualitas DOC dan manajemen pemeliharaan kita,” ucapnya.
Suplemen, lanjut Etienne sangat penting diberikan kepada DOC. Pemberian ini ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan vili usus. Pertumbuhan organ usus ini akan memicu penyerapan nutrisi lebih optimal, sehingga ayam akan berkembang lebih cepat dan kuat. Etienne menganalogikan, pemberian suplemen saat pemeliharaan DOC sebagai pelengkap pemeliharaan, seperti kue yang terdapat buah cherry di atasnya, yang memberikan kesan rasa lebih manis.
“Saluran pencernaan dan sistem imun pada DOC masih belum sempurna, serta sangat mudah terekspos dengan patogen. Hal yang dapat kita lakukan adalah perbaiki manajemen pemeliharaan, nutrisi, dan pemberian suplementasi. Setelah ayam menetas, ada waktu sekitar 24-36 jam ayam berpotensi dehidrasi. Dengan banyaknya perlakuan di hatchery seperti pengangkutan, proses vaksinasi, dan potong paruh akan menambah lama ayam untuk mulai makan. Hal ini menyebabkan adanya kemungkinan berat badan DOC menurun sebesar 4 gram selama 24 jam. Periode inilah yang bisa kita perbaiki dengan memberikan feed supplement,” lanjut Etienne.