Intervensi asupan gizi dari telur setiap hari sebagai makanan tambahan bagi anak dapat menekan secara nyata angka kejadian stunting pada anak Indonesia
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Untuk membentuk sistem kekebalan tubuh yang baik, sangat penting adanya zat gizi mikro. Di sinilah peran penting adanya seng (Zn, zinc) di dalam fungsi imunitas adalah membentuk antibodi tersebut. Di samping itu, seng juga memiliki peran penting dalam hormon pertumbuhan anak, demikian juga dengna zat besi. Kedua zat gizi mikro tersebut, yakni zn dan Fe banyak terkandung daam pangan sumber protein hewani seperti daging dan telur ayam.
Berkenaan dengan zat gizi mikro tersebut, yang saat ini tengah menjadi pekerjaaan rumah bagi Indonesia adalah adanya kasus kelaparan tersembunyi (hidden hunger). Istilah tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan problem kekurangan zat gizi mikro akibat defisiensi konsumsi pangan sumber protein hewani. Sebagai akibat dari adanya kejadian kelaparan tersembunyi itu, berdampak berat pada kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan. Apalagi kalau melihat fakta dari hasil penelitian para ahli gizi yang menunjukkan bahwa satu dari tiga balita Indonesia tergolong stunting atau gagal tumbuh.
Kasus gagal tumbuh akibat kurang asupan protein dan kurang gizi mikro ini seperti efek berantai pada kualitas sumber daya manusia masa depan. Gagal tumbuh yang diindikasikan dengan berat lahir rendah, kecil, pendek, kurus, dan daya tahan rendah menyebabkan terjadinya hambatan kognitif, nilai pelajaran sekolah dan keberhasilan pendidikan sekolah yang rendah, dan ketika memasuki usia dewasa tingkat produktivitas dan kreativitasnya rendah. Bukan hanya itu, kejadian stunting tersebut kelak ketika dewasa juga menyebabkan gangguan metabolik, memunculkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes tipe II, stroke, penyakit jantung, dan lain-lain.
Baca Juga: Terapkan Standar Protokol Kesehatan Saat Berbelanja Daging
Dengan demikian, untuk meningkatkan status kekebalan tubuh seseorang, sangat penting untuk dilakukan secara rutin konsumsi protein hewani seperti daging dan telur ayam yang mudah diperoleh dengan harga terjangkau. Selain itu, perlu pula dilakukan langkah taktis dan rutin bagi masyarakat Indonesia, yakni membangun pola hidup sehat seperti yang dicanangkan dalam Gerakan Masyarakat Sehat, yakni (1) melakukan aktivitas fisik, (2) mengonsumsi sayur dan buah, (3) tidak merokok, (4) tidak mengonsumsi alkohol, (5) pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkala, (6) membersihkan lingkungan tempat tinggal, dan (7) menggunakan jamban.
Pada akhirnya harus disepakati bersama bahwa kesehatan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan pembentukan sumber daya manusia masa depan yang berkualitas, cerdas dan berdaya saing tinggi sehingga menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang unggul di tingkat internasional.  Diharapkan, gerakan hidup sehat dapat terus digaungkan dan diimplementasikan secara konsisten di segenap lapisan masyarakat, sehingga tidak hanya sistem kekebalan tubuh masyarakat meningkat demi dapat menangkal COVID-19, namun lebih dari itu, dapat meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Januari 2021 dengan judul “Pangan Hewani Hasil Unggas untuk Hidup Sehat”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153