POULTRYINDONESIA, Jakarta – Sebisa mungkin nutrisi yang diberikan pada ayam dapat digunakan 100 % untuk pertumbuhan ayam, tidak tersedot untuk yang lain misal untuk berperang melawan penyakit patogen 20%, atau untuk menetralisir adanya stres sebesar 5%.
Hal ini seperti disampaikan oleh Dr. Fitri Fegatella, Senior Scientist, AVP, R&D Center Biotechnology PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk., dalam Program MBKM Entrepreneurship Training Center oleh Charoen Pokphand Foundation, yang berlangsung secara online via aplikasi Zoom, Selasa (6/12).
Oleh karena itu menurut Fitri, dibutuhkan manajemen patogen untuk mengantisipasi agar tidak ada serangan penyakit patogen pada ayam, seperti dengan memperhatikan keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan ayam atau dengan melakukan deteksi secara dini dengan menggunakan tes PCR. “Untuk mengantisipasi stres salah satunya dengan menjalankan stress management yakni dengan mengeliminasi berbagai macam penyebab stres seperti akibat toxin atau akibat dari alam, seperti cuaca panas,” ungkap Fitri.
Sementara itu menurut Dr. Desianto Budi Utomo, Vice President PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk., yang memberikan materi pada acara ini mengungkapkan bahwa adanya serangan penyakit patogen akan secara langsung mengurangi nutrisi pertumbuhan, yang mestinya nutrisinya untuk pertumbuhan maka akan dialokasikan untuk meningkatkan imunitas tubuh guna melawan patogen yang datang.
Baca Juga: Ismapeti Sukses Selenggarakan Munas Ke-XVIII
Ia mengungkapkan hasil sebuah penelitian tentang kebutuhan lysine pada ayam sehat  dibandingkan dengan ayam yang sudah terinfeksi bakteri Salmonella. Dalam penelitian itu memperlihatkan bahwa pada ayam sehat membutuhkan lysine untuk pembentukan sel darah putih (leukopoiesis) sebesar 650 mg/Kg, sedang kebutuhan lysiene pada ayam terserang Salmonella sebesar 1.300 mg/Kg.
Kebutuhan lysine untuk kondisi akut sebesar 0,5 mg/Kg,sedang pada ayam yang terserang Salmonella sebesar 710 mg/Kg,sementara peningkatan berat badan pada ayam sehat bisa mencapai 85.000 mg/Kg sementara pada ayam terinfeksi Salmonella hanya 72,446 mg/kg. “Dengan demikian adanya infeksi patogen membuat biaya produksi menjadi lebih boros,sedang pertumbuhan badan ayam cenderung  rendah,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa ayam sering pula terkena stres, salah satunya adalah stres akibat cuaca yang panas. “Akibat cuaca panas ini menyebabkan nafsu makan menurun, ayam tidak mau makan karena energinya digunakan untuk merilis panas, dan ayam cenderung tidak mau makan karena tidak ingin suhu tubuhnya naik akibat makan,” pungkas Desianto.