Dengan kejadian ini maka tidak mengherankan jika kemudian dunia memberi perhatian khusus pada produk hewan. Sebab, penyakit hewan dapat ditularkan ke manusia melalui produknya.
Dengan kejadian ini maka tidak mengherankan jika kemudian dunia memberi perhatian khusus pada produk hewan. Sebab, penyakit hewan dapat ditularkan ke manusia melalui produknya.
POULTRY INDONESIA,Bogor -Menurut data dari WHO (World Health Organization) terdapat 1415 mikroba patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Dimana 61,3 % dari angka tersebut merupakan mikroba yang sumbernya dari hewan atau dikategorikan sebagai zoonosis. 
Hal ini seperti disampaikan oleh Dr. drh. Denny Widaya Lukman, MSi, Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam sebuah Seminar Nasional Hari Keamanan Pangan Sedunia yang diadakan  oleh Badan Pangan Nasional. Acara yang terselenggara secara hybrid, di IPB International Convention Center,Bogor dan disiarkan secara daring melalui aplikasi Zoom dan Youtube,Selasa (7/6) dihadiri oleh beberapa narasumber dari berbagai latar belakang.
Menurut Denny dari 1415 mikroba patogen yang menyerang manusia 12,4% diantaranya termasuk  penyakit infeksi baru (PIB) atau emerging infectious disease. Selain itu 75% dari angka tersebut adalah berasal dari hewan dan produk hewan.
“Penyakit ini dapat pula ditularkan melalui produk hewan. Bukan hanya dari hewan ke manusia, namun juga dari produknya antara lain adalah daging,susu dan telur.” tegasnya.
Baca Juga: Pertama di Indonesia, UGM Mendirikan Pusat Pelatihan Cage-Free
Dirinya melanjutkan, dengan kejadian ini maka tidak mengherankan jika kemudian dunia memberi perhatian khusus pada produk hewan. Sebab, penyakit hewan dapat ditularkan ke manusia melalui produknya.
Produk hewan terdiri dari produk pangan asal hewan, produk hewan non pangan yang berpotensi membawa risiko zoonosis secara langsung kepada manusia, dan produk hewan non pangan yang berisiko menularkan penyakit ke hewan dan lingkungan.
“Artinya kalau hewannya sakit, maka akan memproduksi mikroba patogen, dan apabila dikonsumsi oleh orang tanpa perlakuan yang baik, maka orang itu akan sakit. Contohnya adalah penyakit anthrax, kalau dagingnya tidak dimasak dengan betul, maka konsumennya akan tertular penyakit anthrax.” jelasnya
Ia juga menjelaskan bahwa produk hewan selain aman untuk manusia, harus juga aman untuk hewan maupun lingkungan. Seperti halnya daging babi, yang berasal dari babi yang terinfeksi virus african swine fever, kalau dikonsumsi oleh manusia tidak masalah. Namun, kalau dimakan babi, maka bayinya juga akan tertular.