Dokter hewan juga turut berperan serta dalam kerangka One Health (sumber gambar: www.vet.cornell.edu)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pandemi Covid-19 membuat beberapa sektor seolah harus bekerja keras, dan memutar otak, terkait apa dan bagaimana harus bersikap, tak terkecuali Dokter Hewan. Tidak dapat dipungkiri bahwa Dokter Hewan memiliki peran penting di dalamnya, berkontribusi dalam kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut tentunya perlu didukung penguasaan kemajuan ilmu dan teknologi serta keterampilan. Peran ini tentu tidak boleh diabaikan dan wajib dipertanggungjawabkan secara ilmiah, oleh karenanya Komunitas Veteriner Indonesia (KOVID) menggelar seminar nasional yang dilaksanakan secara virtual pada Minggu, (25/7).
Acara yang mengangkat tema “Menggugat Peran Keilmuan dan Keterampilan Dokter Hewan Indonesia dalam Masa Pandemi” ini dihadiri oleh lebih dari 400 peserta Dokter Hewan dari seluruh Indonesia. Prof. Dr. drh. C. A. Nidom, MS yang merupakan Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin Profesor Nidom Foundation (PNF) sekaligus narasumber dalam seminar tersebut, mengatakan bahwa dokter hewan bertanggung jawab terhadap uji pre klinis baik untuk obat maupun vaksin. Uji coba terebut juga vaksin termasuk untuk virus Corona yang saat ini merebak. Kemudian setelahnya, vaksin-vaksin yang lolos uji pre klinis dilanjutkan dengan uji klinis, di mana uji klinis ini sudah bukan kewenangan Dokter Hewan. Nidom mengatakan bahwa konsep One Health sangat berperan penting dalam mengatasi pandemi saat ini.
“Konsep One Health ini merupakan konsep kesatuan untuk melihat suatu penyakit yang ada di suatu daerah (penyakit hewan-penyakit manusia-lingkungan). Konsep One Health adalah strategi global untuk memperluas kerjasama interdisiplin dan komunikasi dalam semua aspek kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Sehingga peran dokter hewan sangat diperlukan disini, dimana visi One Health kearah praktek difasilitasi oleh suatu aliansi resmi dari WHO, OIE, dan FAO,” ucap Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga ini.
Baca Juga: Napak Tilas 18 Tahun Perjalanan AI oleh IKA FKH Unair
Nidom juga menambahkan bahwa peran dan fungsi veterinarian dalam kerangka One Health untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini diantaranya memonitoring prediksi wabah penyakit zoonosis dan melakukan early warning system, mengontrol inang dan vektor penyebab penyakit zoonosis, monitoring satwa liar melalui penelitian guna mengevaluasi perubahan inang dan patogen potensial, dan melakukan investigasi in vitro evolusi karakteristik agen infeksi dari waktu ke waktu.
Tak hanya itu Nidom mengatakan seorang dokter hewan harus memberikan edukasi ke masyarakat mengenai risiko dan perawatan kesehatan hewan dalam hubungan human-animal interface, melakukan riset pengembangan vaksin dengan menggunakan hewan coba berbasis kedokteran komparatif, kontrol sanitasi hewan peliharaan dan hewan ternak, serta inspeksi dan pengawasan produk makanan hasil ternak.
“Pandemi Covid-19 mengajarkan kita bahwa perspektif One Health, yang menjelaskan kesehatan manusia dan hewan saling bergantung dan terkait erat dengan kesehatan sebuah ekosistem, dan harus dipromosikan secara kuat di kalangan medis dan veteriner. Sehingga pengalaman dan data terkait yang dibagikan dengan platform khusus antara kedua profesi (dokter hewan dan dokter manusia) dapat menjadi informasi penting dalam memberikan early warning.”