POULTRYINDONESIA, Jakarta – Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) ternyata memiliki perhatian lebih pada pengembangan perunggasan di Indonesia. Hal ini tercermin dari narasi yang disampaikan oleh Dr. drh. M. Munawaroh, MM selaku ketua PDHI pada acara webinar yang diadakan oleh PT. Farmsco Feed Indonesia Tbk, via aplikasi Zoom dan platform YouTube, dengan tema “Peran PDHI Dalam Penanganan Penyakit Ternak di Indonesia” Jum’at, (18/3).
Baca juga : PT BCAF dan PB PDHI Memberikan Penganugrahan Kepada Dokter Hewan Berprestasi
Menurut Munawaroh, manifestasi PDHI terhadap kepedulian pada perunggasan tercermin dari usaha PDHI untuk meningkatkan kompetensi para dokter hewan bidang perunggasan.
“PDHI sering mengadakan webinar yang mengundang para pakar perunggasan, yang bekerjasama dengan sejumlah pihak, seperti dengan beberapa fakultas kedokteran hewan, serta sejumlah perusahaan farmasi yang berkaitan dengan produk perunggasan. Selain itu banyak para dokter hewan yang menulis tentang perunggasan yang diterbitkan oleh majalah, seperti di majalah Poultry Indonesia,” terangnya.
Ia menjelaskan mengapa PDHI menaruh perhatian besar pada pengembangan perunggasan. Salah satu alasannya adalah karena komoditas perunggasan merupakan produk yang tidak tergantikan, tidak ada pangan yang mampu menyamai daging dan telur ayam dalam ketersediaan pasokan, dan keterjangkauan harga.
“Setiap ada acara perhelatan apapun kalau tidak ayam ya telur. Kalau daging (sapi/kambing) belum tentu ada, tapi kalau daging ayam telur pasti ada, sebab keduanya adalah produk yang cukup murah, dengan sumber protein yang cukup bagus dan mudah didapat,” tegasnya.
Selain itu,menurut Munawwarah pihaknya sedang menjajaki bekerjasama dengan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) untuk produk vaksin unggas.
” Kami berharap bisa produksi vaksin perunggasan sendiri,sehingga tidak tergantung impor,kalau bisa diproduksi dalam negeri,oleh perusahaan milik pemerintah yaitu pusvetma.” pungkasnya.