Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek krusial dalam pembangunan suatu negara. Di tengah perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan tantangan ekonomi global, Indonesia sebagai negara agraris besar di Asia Tenggara memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan pangan bagi penduduknya yang mencapai ratusan juta. Salah satu sektor yang memegang peran utama dalam konteks ketahanan pangan adalah industri perunggasan. 
Peran utama perunggasan dalam ketahanan pangan Indonesia dapat dipahami melalui beberapa aspek. Diantara aspek yang mampu dipenuhi oleh perunggasan untuk ketahanan pangan yaitu sebagai sumber protein. Dimana produk unggas adalah sumber protein hewani yang penting dalam pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia. Protein hewani yang terkandung dalam produk unggas merupakan nutrisi esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia, terutama dalam menjaga gizi anak-anak dan memastikan kesehatan generasi mendatang.
Ketahanan pangan dan gizi juga sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, degradasi sumber daya alam (SDA), serta dampak perubahan iklim. Pertumbuhan penduduk dunia terus meningkat, diperkirakan akan mencapai 9,73 miliar orang pada tahun 2050. Akibatnya, permintaan produk pertanian global diproyeksikan akan meningkat lebih dari 63% antara tahun 2005 hingga 2050. Namun, degradasi SDA dan kerusakan lingkungan bisa mengurangi kapasitas produksi pangan global, yang berpotensi menyebabkan krisis pangan dan kekurangan gizi yang parah. Sekitar 25% lahan pertanian global telah mengalami degradasi berat (Chasek 2022). 
Di Indonesia, masalah degradasi sumber daya pertanian juga terjadi, terutama pada lahan dan air. Setiap tahun, luas lahan sawah yang dikonversi rata-rata sekitar 10,6 ha (Purbiyanti 2013). Pembangunan infrastruktur seperti transportasi, perumahan, dan industri terus meningkat, menyebabkan konversi lahan pertanian termasuk sawah irigasi. Perubahan iklim global juga merupakan ancaman serius bagi sektor pertanian, berpotensi mengganggu keberlanjutan produksi pangan dan sistem pertanian. Tanpa air dan tanah yang baik, pertanian tidak akan berjalan dengan baik.
Berdasarkan Buku yang diterbitkan oleh Badan Pangan Nasional dengan Judul Buku Indeks Ketahanan Pangan tahun 2002, dijelaskan bahwa Ketahanan Pangan merupakan suatu kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Laporan Utama pada majalah Poultry Indonesia edisi April 2024. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Mei 2024, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: 021-62318153 atau sirkulasi@poultryindonesia.com