POULTRYINDONESIA, Tangerang – Kemandirian pangan merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi suatu negara. Kemandirian pangan merujuk pada kemampuan suatu negara atau wilayah untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya secara mandiri, tanpa terlalu bergantung pada impor pangan dari negara lain. Maka dari itu, Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) menggelar seminar dengan judul “Perunggasan Indonesia Menuju Mandiri Pangan” pada Selasa, (26/9) di Hotel Atria, Gading Serpong, Tangerang.
Menurut Achmad Dawami selaku Ketua GPPU menjelaskan bahwa kemandirian pangan bisa tercipta ketika negara mampu memproduksi pangan yang beraneka ragam, selain itu pangan di negara tersebut harus mencukupi sampai tingkat individu. “Jadi saya ingin menegaskan dalam UU No.18 Tahun 2012 tentang pangan yang bunyinya Kemandirian Pangan adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi Pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan Pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat,” Jelas Dawami.
Oleh karena itu, menurut Dawami para stakeholders di bidang perunggasan harus bersinergi supaya industri perunggasan bisa terus berkontribusi terhadap kemandirian pangan, sekaligus terhadap pemenuhan konsumsi protein hewani masyarakat, “Kita harus berkolaborasi dengan semua pihak supaya industri ini bisa berkembang lebih jauh. Kami juga akan terus menjadi mitra dari pemerintah untuk memberi masukan – masukan dari anggota GPPU,” pungkas Dawami.
Dalam sambutannya, Direktur Perbibitan dan Produksi Agung Suganda menegaskan bahwasanya industri perunggasan merupakan salah satu industri di subsektor peternakan yang banyak berkontribusi untuk perputaran ekonomi. Maka dari itu Agung ingin mengapresiasi GPPU atas terselenggaranya seminar yang membahas tentang pentingnya kemandirian pangan nasional, dan bagaimana GPPU berperan di dalamnya. “Saya disini sangat mengapresiasi acara yang diinisiasi oleh GPPU untuk mewujudkan kemandirian pangan khususnya pangan asal unggas. Pada prinsipnya, jika kita ingin mencapai kemandirian pangan, maka kita harus mampu menyediakan produksi pangan sesuai dengan kebutuhan pangan masyarakat hingga ke tingkat individu. Perunggasan nasional menyerap lebih dari 13 juta atau menyerap kurang lebih 10 persen dari jumlah tenaga kerja nasional dengan omset sebesar 700 triliun Rupiah per tahun. Maka bisa dikatakan bahwa industri perunggasan bukanlah industri yang main – main,” papar Agung.