Oleh : Prof. Arnold P. Sinurat*
Ketahanan pangan merupakan suatu kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun  mutunya, aman, merata, dan terjangkau. Ketahanan pangan yang ideal dapat tercipta ketika pangan untuk masyarakat tersedia di setiap wilayah, lalu bisa didapat dengan harga yang terjangkau, dan pemerintah melakukan intervensi terhadap terciptanya kondisi ketahanan pangan yang ideal dan bagaimana partisipasi masyarakat untuk mewujudkan kondisi tersebut.

Memelihara ayam lokal dapat membantu meningkatkan status ketahanan pangan di Indonesia. Mengingat ayam lokal dapat beradaptasi dengan baik di berbagai lingkungan, dan mampu bertahan hidup dan berproduksi walaupun berada di lingkungan dengan nutrisi secukupnya.

Kondisi ketahanan pangan di Indonesia
Penulis merasa bahwa kondisi ketahanan pangan yang ideal di Indonesia memang masih belum bisa terwujud secara penuh. Walaupun memang secara umum di Indonesia, bahan pangan masih tersedia dimana – mana, dan tidak ada kondisi dimana masyarakat harus mengantri untuk mendapatkan sumber pangan. Indonesia telah menjadi produsen untuk berbagai macam komoditas pangan seperti beras, jagung, singkong, biji – bijian, minyak kelapa, minyak sawit, beragam jenis ikan, telur, susu, ragam buah – buahan dan lainnya. Untuk beberapa bahan pangan memang harus mendatangkan dari luar negeri seperti gandum, kedelai, dan lainnya, tetapi beberapa komoditas pangan juga telah diekspor ke luar negeri seperti minyak kelapa dan komoditas perikanan.
Indikator yang digunakan oleh penulis dalam melihat kondisi ketahanan pangan yang belum ideal diantaranya inflasi pangan di Indonesia yang masih tinggi. Hal tersebut mengakibatkan masyarakat yang memiliki penghasilan rendah menjadi sulit untuk membeli kebutuhan pangan yang mengakibatkan konsumsi kalori dan protein yang lebih rendah.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Juli 2021 hingga Maret 2022, angka inflasi pangan berada di tingkat yang moderat, sedangkan jika pada periode selanjutnya yaitu bulan April 2022 hingga Maret 2023, angka inflasi pangan bergerak naik dan berada di zona merah atau tinggi. 
Untuk mengatasi permasalahan terkait dengan ketahanan pangan, penulis merasa perlu adanya prioritas dalam rangka menguatkan ketahanan pangan nasional. Jika pemangku kepentingan dalam hal ini pemerintah, maupun organisasi masyarakat yang bisa mengeluarkan kebijakan intervensi untuk hal tersebut namun terbatas dalam hal dana, maka penentuan skala prioritas bisa menjadi salah satu jalan.
Mengatur skala prioritas dalam rangka menguatkan ketahanan pangan nasional bisa dimulai dari daerah kabupaten atau kota hingga provinsi yang dirasa lebih membutuhkan intervensi terkait dengan ketahanan pangan. Skala prioritas untuk intervensi pangan harus berbasis data, agar intervensi yang dilakukan bisa tepat sasaran. Sehingga jika merujuk pada data BPS, skala prioritas untuk memperbaiki status ketahanan pangan bisa dilakukan dari daerah – daerah berikut.
Memperbaiki status ketahanan pangan di Indonesia
Dalam upaya memperbaiki status ketahanan pangan di Indonesia, memang tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah semata, tetapi dibutuhkan juga partisipasi dari masyarakat baik individu maupun asosiasi atau organisasi. Peran pemerintah memang masih sangat signifikan jika ingin meningkatkan status ketahanan pangan terutama dalam hal memperbaiki kekuatan daya beli masyarakat untuk urusan pangan.
Selain itu, pemerintah juga memiliki wewenang untuk menjaga ketersediaan pangan di masyarakat dengan berbagai kebijakan yang bisa dikeluarkan, baik dalam hal ekspor maupun impor bahan pangan. Selanjutnya, pemerintah juga berperan untuk menjaga agar harga pangan di masyarakat bisa stabil dan berada di kisaran yang wajar terutama untuk kalangan menengah ke bawah. Selain itu, pemerintah juga bisa melakukan kebijakan untuk memberikan bantuan langsung berupa komoditas pangan maupun uang tunai kepada warga miskin untuk belanja pangan harian.
Masyarakat umum baik secara individu maupun berkelompok juga bisa ikut berperan aktif dalam upaya peningkatan status ketahanan pangan di Indonesia. Misalnya dengan cara bagaimana dalam lingkup terdekatnya, dapat ikut mengkampanyekan sebuah pemahaman akan pentingnya nutrisi dalam setiap porsi makanan yang dikonsumsi. Juga masyarakat dapat memberikan edukasi bagaimana meningkatkan produktivitas dan efisiensi dari sektor pertanian mengingat semakin hari sumber daya untuk melakukan kegiatan pertanian akan semakin terbatas.
Upaya lain yang juga bisa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan memberikan bantuan pangan bagi mereka yang terdampak bencana karena masyarakat yang terdampak bencana memiliki keterbatasan sumber daya pangan akibat bencana alam. Lalu upaya selanjutnya juga bisa dalam bentuk donasi secara langsung dari mereka yang berkecukupan kepada mereka yang lebih membutuhkan, baik secara pribadi maupun melalui badan atau lembaga donasi yang kredibel dalam penyaluran bantuan (biasanya dalam bentuk lembaga keagamaan).
Peran ayam lokal dalam rangka memperbaiki status ketahanan pangan
Penulis berpendapat bahwa dengan memelihara ayam lokal dapat membantu meningkatkan status ketahanan pangan di Indonesia. Mengingat ayam lokal dapat beradaptasi dengan baik di berbagai lingkungan, dan mampu bertahan hidup dan berproduksi walaupun berada di lingkungan dengan nutrisi secukupnya. Proses pemeliharaan dari ayam lokal yang tidak terlalu sulit tersebut dapat dipelihara secara tradisional atau diumbar, sehingga masih memiliki nilai ekonomi bagi mereka yang tinggal di daerah pedesaan. Lahan yang dibutuhkan untuk memelihara ayam lokal juga tidak terlalu besar.
Dengan memelihara ayam lokal, para warga desa bisa memproduksi daging ayam dan telur setiap musim baik untuk konsumsi pribadi atau untuk dijual dan hasilnya sebagai mata pencaharian. Pemeliharaan dapat dilakukan oleh anggota keluarga, baik pria, wanita, bahkan anak dapat dilibatkan untuk memelihara ayam lokal. Memelihara ayam lokal juga dinilai dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesuburan tanah karena kotoran dari ayam mengandung berbagai unsur hara yang penting bagi tanaman.
Baik daging maupun telur yang dihasilkan dari ayam lokal mengandung berbagai kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh manusia. Selain itu, produk hasil dari pemeliharaan ayam lokal dinilai memiliki citarasa yang lebih baik jika dibandingkan dengan komoditas ayam ras, hal tersebut dibuktikan dengan harga jual produk telur dan ayam lokal yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan ayam ras. Memelihara ayam lokal juga bisa meningkatkan status ketahanan pangan karena dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus dapat meningkatkan konsumsi kalori dan protein dari masyarakat.
Bahkan berdasarkan sebuah riset yang dilakukan di Bekasi Jawa Barat dan didanai oleh Kedutaan Besar Australia, terbukti bahwa dengan bantuan pemberian ayam lokal kepada masyarakat miskin di daerah tersebut, mampu meningkatkan konsumsi daging dan telur ayam serta meningkatkan penghasilan bagi para penerima bantuan dari kegiatan jual beli telur hasil kegiatan budi daya para penerima bantuan. *Peneliti BRIN, Chairman WPSA Indonesia (Perkumpulan Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia/MIPI)