Pusat produksi serealia Argentina yang terletak di Cordoba, Santa Fe, Buenos Aires dan Entre Rios menghasilkan 80% produk yang dapat diekspor (Sumber: indiaMART)
Bungkil kedelai merupakan hasil samping ekstraksi kedelai yang menjadi bahan baku utama produksi protein hewani baik daging maupun telur. Ketersediaan protein hewani sangat vital untuk memenuhi kebutuhan konsumsi manusia. Selain untuk kebutuhan gizi seimbang, protein diketahui merupakan unsur yang sangat penting untuk tubuh. Oleh sebab itu, bungkil kedelai merupakan komoditas yang sangat penting yang dibutuhkan seluruh dunia untuk keberlangsungan kehidupan.

Perang dagang antara AS dan Tiongkok yang terjadi sejak 2018 memberikan keuntungan tersendiri untuk Argentina. Kini, Argentina menjadi salah satu negara yang akan memasok bungkil kedelai ke Tiongkok menggantikan kebutuhan yang biasanya dipenuhi oleh AS.

Argentina merupakan negara agraris penghasil produk pertanian seperti kedelai, gandum, jagung, bunga matahari, sorgum dan beras. Argentina menjadi negara pengekspor serealia dan minyak sayur serta merupakan negara pengekspor terbesar untuk bungkil kedelai. Argentina memiliki keuntungan alam dengan adanya sungai Paraná yang membentang menghubungan Argentina dengan beberapa negara lain di Amerika Selatan.
Sungai Parana jalur utama aktivitas ekspor Argentina
Pusat produksi serealia Argentina yang terletak di Cordoba, Santa Fe, Buenos Aires dan Entre Rios menghasilkan 80% produk yang dapat diekspor. Kegiatan ekspor 63% dilakukan melalui terminal-terminal sepanjang sungai Paraná yang bersebelahan dengan kota Rosario. Aktivitas ekspor sisanya disalurkan melalui pelabuhan Atlantik, khususnya Bahia Blanca. Tiga puluh tahun lalu proporsinya terbalik, dua pertiga ekspor direalisasikan melalui garis pantai maritim dan sepertiga melalui jalur sungai. Pemindahan penanaman serelia ke utara, terutama kedelai inilah yang mendorong perubahan itu.
Baca Juga: Argentina Penghasil Harina de Soja
Di tahun 2018, Argentina mengalami situasi darurat hidrologis yang mendesak yakni penurunan sungai Paraná yang disebabkan oleh hujan yang lebih rendah di Brasil selatan, yang merupakan masalah paling serius dalam sepuluh tahun terakhir. Hal tersebut mempengaruhi pengoperasian kapal kargo Upriver yang akhirnya tidak bisa melakukan pengiriman.
Melihat kembali pada 5 tahun terakhir (2013-2018), perbedaannya luar biasa dan menunjukkan tingkat keparahan downspout saat ini. Oleh karena itu Argentina bekerja sama dengan negara-negara Amerika Selatan yang dilalui oleh sungai Paraná untuk melakukan program pengerukan untuk dapat dilalui oleh kapal-kapal besar.
Bungkil kedelai Argentina banyak diekspor ke negara-negara Asia dan Uni Eropa. Indonesia sendiri menjadi negara importir bungkil kedelai terbesar kedua untuk memenuhi kebutuhan bahan pakan ternak di dalam negeri.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2020 dengan judul “Perdagangan Bungkil Kedelai Argentina”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153