Peringatan hari telur sedunia di Blitar
Peringatan hari telur sedunia di Blitar
POULTRYINDONESIA, Blitar – Hari telur sedunia atau world egg day yang diperingati setiap tanggal 14 Oktober, menjadi sebuah momentum refleksi dan selebrasi tentang pentingnya arti telur bagi kehidupan. Tak terkecuali di Blitar, di mana momen ini diperingati dengan penuh kemeriahan. Bertempat di Alun-alun Kantor Kabupaten Blitar, Kamis (13/10) telah sukses terlaksana acara Makan Telur Bersama memperingati Hari Telur Sedunia bertajuk “Bakti Peternak Pada Negeri, Telur untuk Semua, Demi Mencegah Stunting dan Pemenuhan Gizi untuk Generasi Milenial”.
Acara ini digelar atas kerja sama antara peternak layer Blitar yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN), Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) dan Pemerintah Kabupaten Blitar. Dalam acara ini  ribuan siswa diajak untuk makan telur demi memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh. Sementara, telur yang dibagikan merupakan hasil panen dari para peternak di Blitar.
Panitia Pelaksana, Yesi Yuni menyebutkan bahwa jumlah total telur yang disiapkan oleh peternak Blitar mencapai 5 ton. Sedangkan, ada 2 ribu butir telur siap makan yang dibagikan kepada para pelajar. Dirinya menambahkan bahwa acara ini juga merupakan bentuk syukur peternak layer di Blitar, meskipun hampir selama dua tahun diterpa krisis pandemi. Rasa syukur tersebut mereka ungkapkan dengan menggelar kegiatan bertajuk telur untuk semua mengatasi stunting dan memberikan nutrisi untuk generasi milenial.
“Sasarannya memang pelajar, karena bertujuan untuk memberi nutrisi kepada generasi milenial. Jadi mulai dari siswa TK sampai SMP. Alhamdulillah kami bergembira meskipun sempat mengalami krisis selama dua tahun. Dan saat ini kami sebagai peternak ingin berbagi kepada masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Dokter Hewan Menjadi Garda Depan Antisipasi Serangan Penyakit
Sementara itu, Ketua PPRN, Rofi Yasifun menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah bentuk kontribusi para peternak bagi negeri.
“Ini merupakan bentuk komitmen para peternak ayam petelur bagi pengurangan stunting di Indonesia. Ini menjadi semangat kami untuk berkontribusi dan berjalan bersama-sama menyukseskan program pemerintah,” ungkapnya.
Bupati Kabupaten Blitar, Rini Syarifah berkomitmen untuk terus mengkampanyekan makan telur khususnya bagi anak usia dini, hal tersebut sebagai upaya pembentukan SDM yang unggul dan berkualitas.
Ia menjelasakan, kontribusi Kabupaten Blitar bagi suplai telur nasional sangat signifikan. Kabupaten Blitar memiliki populasi ayam ras petelur sebanyak 15 juta ekor dalam rentang Januari sampai dengan September 2022. Jumlah tersebut menghasilkan 447 ton telur per hari. Maka tidak mengherankan Kabupaten Blitar menjadi penyumbang 30 persen produksi telur nasional.
Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani juga turut mendukung gerakan makan telur ini. Menurutnya ini merupakan momentum untuk bersinergi menurunkan angka stunting, khususnya di Jawa Timur yang masih tercatat sebanyak 23,3 persen.
“Gerakan ini juga menyadarkan kembali pentingnya asupan gizi seimbang bagi anak-anak kita, ibu hamil, untuk lansia dan untuk kita semua,” ujarnya
Masih dalam acara yang sama, Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan stunting dapat dilakukan melalui gerakan konsumsi telur sebagai salah satu komoditas pangan sumber protein hewani yang mudah didapat dan relatif murah. Gerakan konsumsi telur juga sebagai upaya penguatan sektor perunggasan nasional melalui peningkatan serapan dan konsumsi hasil peternak lokal.
 “Kandungan nutrisi telur begitu lengkap baik makro maupun mikronutrien. Namun, konsumsi telur kita masih sebesar 7,5 kg/kapita/tahun. Jika dibandingkan negara lain, konsumsi telur/kapita Indonesia masuk urutan ke-15 dunia. Tentu upaya peningkatan konsumsi telur perlu terus dilakukan melalui gerakan makan telur seperti hari ini,” ujarnya.
Arief mengapresiasi pencanangan Gerakan Makan Telur untuk peningkatan gizi dan pencegahan stunting yang telah dilakukan sejumlah pemerintah daerah kota/kabupaten dan provinsi di Indonesia. Ia mengatakan, gerakan makan telur bagian dari upaya menyehatkan dan meningkatkan gizi masyarakat Indonesia.
“Telur dengan segudang kandungan nutrisinya dapat menjadi asupan pangan tambahan yang efektif bagi Ibu hamil, Ibu menyusui dan balita, agar anak-anak Indonesia terhindar dari stunting dan mengurangi potensi kerawanan pangan dan gizi di suatu wilayah,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, saat ini pengentasan stunting menjadi salah satu program strategis yang terus dididorong pemerintah. Berdasarkan data, angka prevalensi stunting Indonesia tahun 2021 masih sebesar 24,4 %, sedangkan standar WHO adalah 20 %, sehingga angka stunting di Indonesia masih tinggi.
“Gerakan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang sangat fokus dalam upaya pengentasan stunting. Dimana beliau memberikan arahan kepada kita semua  agar pada  tahun 2024 angka prevalensi stunting Indonesia harus bisa di bawah 14%. Tentunya perlu kerja keras dan keterlibatan semua pihak baik pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat agar prevalensi stunting terus menurun seperti yang ditargetkan oleh Bapak Presiden,” ujarnya.
Lebih lanjut, menurut Arief, selain untuk pemenuhan gizi masyarakat dan menurunkan prevelensi stunting, gerakan ini dapat berdampak positif bagi penguatan sektor perunggasan nasional dan daerah karena meningkatkan serapan dan konsumsi telur peternak layer lokal.
“Gerakan makan telur ini juga menjadi langkah yang baik untuk stabilisasi pasokan dan harga. Seperti kita ketahui Blitar merupakan produsen telur terbesar di Indonesia yang memasok 30% kebutuhan telur ayam nasional. Dengan rutin mengonsumsi telur terutama hasil produksi para peternak lokal, maka kita turut berperan menjaga kesejahteraan peternak dan berpartisipasi dalam stabilitas tata kelola pangan nasional,” ungkap Arief.