Flu burung mengancam peternakan unggas
Oleh : Amira Nadia Prastuti*
Lebih dari 28 wabah virus HPAI H5 atau H7 telah didokumentasikan di seluruh dunia sejak tahun 1961 (OIE, 2014). Menurut Cheng M.C. et al., 2010, wabah awal virus LPAI H5N2 terjadi pada akhir tahun 2003 dan wabah LPAI kedua dilaporkan pada tahun 2008 di Taiwan. Analisis genetik dari virus H5N2 Taiwan menunjukkan bahwa gen protein permukaannya yaitu HA dan neuraminidase terkait dengan virus H5N2 yang diisolasi dari ayam di Meksiko selama wabah pada tahun 1994.

Penyakit yang satu ini seolah menjadi penyakit di mana setiap negara memiliki cerita tersendiri di dalamnya. Termasuk di Negara Taiwan atau negara yang biasanya disebut Negeri Formosa.

Epidemi avian influenza (AI) terbesar dalam sejarah menyerang unggas dan burung liar di seluruh Taiwan dimulai pada 6 Januari 2015. Menurut studi yang dilakukan di Taiwan, H5 clade 2.3.4.4 merupakan virus AI yang sangat patogen (HPAIVs) belum terdeteksi di Taiwan sebelum 2015. Selama epidemi di Taiwan, diidentifikasi ada empat jenis agen etiologi yaitu tiga subtipe baru H5N2, H5N8, dan H5N3 clade 2.3.4.4 HPAIVs dan satu ayam endemik subtipe H5N2 (garis keturunan mirip Meksiko) dari virus AI patogen rendah (LPAI). Selain itu juga terjadi sirkulasi subtipe campuran antara H5N2 klade 2.3.4.4 HPAIV dengan subtipe H5N8 dan H5N3 atau dengan virus H5N2 lama di peternakan yang sama (Chang C.F. et al., 2016).
Menurut World Organization for Animal Health (OIE), wabah HPAIV telah terjadi di peternakan unggas di Taiwan sejak 30 Desember 2014. Taiwan Bureau of Animal and Plant Health Inspection and Quarantine (TBAPHIQ) mengumumkan tiga agen baru penyebab subtipe H5 clade 2.3.4.4 wabah ini. Serangan pertama dan kedua yaitu dari HPAIV H5N2 di empat peternakan angsa di Yunlin County dan HPAIV H5N8 lainnya dalam pembiakan angsa di Chiayi County pada 9 Januari 2015. Selanjutnya subtipe ketiga dari H5N3 HPAIV di peternakan angsa di Pingtung dan Kaohsiung pada 16 Januari pada tahun yang sama.
Baca Juga: Bersinergi Memberantas Penyakit Flu Burung
Ini pertama kalinya H5N8, H5N2, dan H5N3 clade 2.3.4.4 HPAIV terdeteksi di Taiwan, dan wabah tiga subtipe terjadi hampir selama periode yang sama. Taiwan Animal Health Research Institute (TAHRI) mengkonfirmasi bahwa virus H5 telah menyerang 958 dari 991 peternakan unggas. Secara ekonomi, epidemi avian influenza ini menyebabkan kerugian materi yang sangat besar. Epidemi memuncak pada pertengahan Januari untuk ketiga subtipe H5 baru. Lebih dari 90% angsa domestik mati karena epidemi AI.
Selain itu wilayah Taiwan dikelilingi oleh daerah wabah H5N1 dan terletak di jalur terbang Asia Timur-Australia. Ribuan bebek dan burung liar yang mungkin membawa AI, terbang bermigrasi ke Taiwan selama musim dingin. Oleh karena itu, Taiwan melakukan pemantauan terhadap bebek dan burung liar serta lingkungan untuk mendeteksi adanya AI pada setiap musim sejak tahun 1998. Langkah lain yang ditempuh oleh negara Taiwan untuk mencegah dan menanggulangi adanya virus AI adalah dengan mengadakan “2018 International Symposium on Avian Influenza and Disease Control” pada 25 and 26 Oktober 2018.
Flu Burung Pada Tahun 2020 di Taiwan
Biro Pencegahan dan Karantina Penyakit Hewan dan Tumbuhan Taiwan menyatakan bahwa Laboratorium Kesehatan Hewan memberitahukan bahwa peternakan ayam bulu hitam di Kotapraja Dongshi, Kabupaten Yunlin didiagnosis dengan subtipe H5N5 HPAI pada 10 September 2020. Institut Pencegahan Epidemi Hewan dan Tumbuhan Yunlin mengeksekusi 8.617 ayam (berusia 9 minggu). Pada tanggal 14 September 2020, peternakan ayam Hongyu di Kotapraja Shuilin, Kabupaten Yunlin didiagnosis dengan flu burung subtipe H5N5 HPAI.
Pada pengujung tahun 2020, tepatnya pada tanggal 31 Desember 2020, Biro Pencegahan dan Karantina Penyakit Tumbuhan dan Hewan Taiwan menyatakan bahwa Laboratorium Kesehatan Hewan telah memberitahukan bahwa masing-masing Kotapraja Yanpu dan Kotapraja Gaoshu, Kabupaten Pingtung, memiliki satu peternakan bebek Tumus (pemantauan aktif) untuk unggas terkonfirmasi dengan subtipe H5N5 HPAI. Biro Pencegahan Wabah Hewan Kabupaten Pingtung menerapkan pemusnahan 9.064 bebek di dua peternakan (6.376 bebek berusia 9 minggu di Kotapraja Yanpu dan 2.688 bebek berusia 6 minggu di Kotapraja Gaoshu). Total ditemukan 57 kasus flu burung pada tahun 2020. *Mahasiswa Master of Science in Veterinary Medicine di National Pingtung University of Science and Technology, Taiwan
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2021 dengan judul “Perjalanan Flu Burung di Negeri Formosa”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153