Unggas utuh yang sudah dimasak
Oleh : Amira Nadia Prastuti, MVM*
Taiwan dengan produktif memajukan negaranya dalam segala bidang terutama di bidang pertanian. Baru-baru ini Council of Agriculture (COA) Taiwan memperingati ulang tahun ke-15 pada tanggal 21 Juli 2020, dengan programnya yaitu AGTECH (Agricultural Technology). Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pertanian dan mengintegrasikan semua sumber daya penelitian dan pengembangan pertanian. Tiga program terakhir yang berhasil dilakukan pada tahun 2019 adalah Automatic Poultry Cutting and Food Safety Monitoring Technology, Smart Parboiled Rice Production Line and Diversified Product Development, dan Smart Production of Taiwan Sweet Corn and Quality Classification.

Negara yang biasa disebut Negeri Formosa ini merupakan negara yang terletak di Asia belahan timur dengan ibu kotanya yakni Taipei.

Penanganan unggas di Taiwan
Berdasarkan data yang dilaporkan pada tahun 2006, rata-rata orang Taiwan mengonsumsi sekitar 75 kilogram daging setiap tahunnya. Penurunan konsumsi pernah terjadi karena wabah SARS tahun 2003 dan wabah flu burung pada tahun 2004, dan setelahnya konsumsi daging telah pulih sampai di angka normal. Pada tahun 2018 saja, total dilakukan 55.128 tes uji flu burung dan dari COA sendiri mengkonfirmasi terdapat 98 kasus yang sangat pathogen avian influenza (HPAI) pada tahun tersebut. Taiwan sendiri telah melaporkan kepada World Organization for Animal Health bahwa wabah H5N3, H5N8, dan H5N6 subtipe dari HPAI telah berakhir, dan Taiwan secara aktif berupaya memberantas satu-satunya subtipe yang tersisa yaitu (H5N2).
Taiwan menjadi anggota WTO pada tahun 2002, dan sejak saat itu Taiwan bisa melakukan akses perdagangan ke negara lain. Menurut NAIF, dalam beberapa tahun terakhir produk unggas dari Taiwan meraih kesuksesan di pasar luar negeri. Hal ini dikarenakan meningkatnya fasilitas pemrosesan unggas dengan sertifikasi CAS. Setiap unggas menjalani pemeriksaan yang cermat untuk verifikasi bebas obat dan dokter hewan yang terakreditasi pemerintah melakukan inspeksi kebersihan dan kesehatan yang ketat.
Baca Juga: Livestock Taiwan Expo Forum 2019, Sajikan Teknologi Terkini
Unggas domestik yang dipelihara untuk menghasilkan daging di Taiwan sebagian besar adalah ayam, bebek, dan angsa. Ayam merupakan output peringkat tertinggi kedua dari semua produk pertanian. Terdapat dua jenis ayam yang dipelihara di Taiwan yaitu ayam petelur dan ayam pedaging. Jenis ayam pedaging utama yang dibesarkan di Taiwan adalah ayam pedaging putih, ayam kampung bulu merah, ayam kampung hitam, dan ayam tulang hitam. Menurut Taiwan Yearbook pada tahun 2015, jumlah peternakan unggas tradisional mencapai 5.068 perusahaan dengan rata-rata pendapatan kotor (gross income) sebesar  5.792.000 TWD.
Sedangkan jumlah peternakan unggas dengan pemeliharaan campuran adalah 97 perusahaan dengan rata-rata pendapatan kotor (gross income) 3.690.000 TWD.  Selain itu 97% dari total peternakan unggas telah terintegrasi dengan pabrik pakan dan rumah potong hewan untuk dapat memproduksi ayam yang memenuhi spesifikasi yang diinginkan oleh pembeli.
Berdasarkan data pada tahun 2006, konsumsi telur di Taiwan mencapai 8,1 miliar telur setiap tahun. Taiwan merupakan negara pengonsumsi telur ketiga tertinggi setelah Jepang dan Hong Kong. Taiwan terkenal dengan telur “berusia 1.000 tahun” atau biasa disebut pidan. Selain itu terdapat juga telur “rebus teh”, telur ini dijual secara bebas diseluruh minimarket di Taiwan. *Mahasiswa Master of Science in Veterinary Medicine di National Pingtung University of Science and Technology, Taiwan
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Oktober 2020 dengan judul “Perkembangan Perunggasan di Taiwan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153