Oleh : Reni Shauma Azzikria*
Produk asal unggas banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, karena produk asal unggas mengandung nutrisi yang diperlukan oleh tubuh terutama sebagai sumber protein hewani. Konsumsi daging ayam dan telur ayam ras paling banyak dipilih menjadi makanan sehari-hari karena harganya terjangkau dan ketersediaannya mudah untuk didapatkan.
Saat ini kita ketahui bersama bahwa sektor perunggasan sedang mengalami perkembangan, ditandai dengan meningkatnya produksi ayam pedaging dan telur ayam ras. Menurut data yang diunggah Badan Pusat Statistik (BPS), produksi ayam pedaging mengalami peningkatan pada tahun 2021 yaitu sebanyak 3,43 juta ton. Jumlah produksi ayam pedaging ini mengalami peningkatan sebesar 6,43% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni produksi ayam pedaging hanya sebanyak 3,22 juta ton. Sedangkan produksi telur ayam ras menurut data BPS mencapai 5,57 juta ton sepanjang tahun 2022. Produksi telur ayam tersebut meningkat sebesar 7,9% dari tahun sebelumnya.
Kebutuhan konsumsi masyarakat akan daging ayam dan telur sebagai sumber protein hewani akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Hal tersebut yang menjadi tantangan terbesar di masa yang akan datang. Penyediaan bahan pangan berkualitas yang berasal dari produk hewani harus ditingkatkan untuk mengurangi impor produk dari luar negeri. Sebagai mahasiswa peternakan yang menjadi calon pelaku dalam dunia kerja tentunya harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan tersebut.
Seorang mahasiswa peternakan tentunya harus memiliki daya saing yang unggul, disiplin, berkarakter, mampu berpikir kritis, etos kerja yang baik, kreatif, memiliki kecerdasan emosional dan keunggulan-keunggulan lainnya setelah menjadi lulusan. Untuk itu, selain dengan menimba ilmu dan pengetahuan di bangku perkuliahan, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menambah ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengembangkan diri.
Pengembangan diri mahasiswa dapat dimulai dari terbentuknya hubungan yang saling berkaitan antar perusahaan industri perunggasan dengan perguruan tinggi terkait. Hubungan yang terjalin antar institusi tersebut dapat mengasah kemampuan dan menambah pengalaman mahasiswa dalam bidang perunggasan. Hal tersebut dapat direalisasikan dengan pelaksanaan program magang bagi mahasiswa, mengingat industri perunggasan yang sudah sangat berkembang hingga saat ini dan sudah tersebar di seluruh Indonesia.
Kegiatan magang dibutuhkan bagi mahasiswa sebagai sarana untuk mengembangkan diri, menambah pengalaman, memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja. Oleh sebab itu, saat ini perguruan tinggi bukan hanya menciptakan lulusan dengan indeks prestasi yang tinggi, tetapi juga harus memperhatikan kesiapan lulusan yang berkualitas agar mendapatkan pekerjaan yang relevan di bidangnya.
Kegiatan magang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa mengingat untuk bersaing dalam dunia kerja diperlukan SDM yang berkualitas dan berkarakter. Selain itu, sebagai lulusan di era digital tentunya perlu menguasai teknologi yang semakin berkembang, terutama pada sektor budi daya. Menyikapi perkembangan teknologi digital yang semakin maju, dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai ladang inovasi yang dapat bermanfaat dalam peningkatan produktivitas ternak terutama di bidang perunggasan.
Kegiatan magang pada industri perunggasan yang dilakukan mulai dari hulu sampai hilir dapat menjadi pilihan untuk mengembangkan teknologi yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan produk hewani di masa-masa yang akan datang. Kebutuhan konsumsi produk hewani di masa yang akan datang tidak terlepas dari peran lulusan mahasiswa peternakan yang memiliki keterampilan, kreativitas, berdaya saing tinggi dan berkualitas. *Mahasiswa Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.