Pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promoters (AGP) dapat menjadi titik awal yang baik guna menghasilkan broiler yang berkelanjutan. Hal ini menjadi perhatian PT Bright International untuk menghadirkan produk-produk yang mendukung keberlanjutan tersebut. PT Bright International adalah perusahaan yang berfokus pada inovasi yang memasok dan memproduksi berbagai macam produk yang digunakan dalam industri kesehatan hewan dan nutrisi hewan. Memiliki pengalaman industri lebih dari 11 tahun dengan tim profesional dan berdedikasi. Bright International berkomitmen untuk memberikan layanan dan produk terbaik melalui teknologi canggih untuk pelanggannya di Indonesia.
Bright International bekerja sama dengan Dr. Eckel Animal Nutrition GmbH & Co. KG menyelenggarakan seminar bertemakan “Empower the Future” sebagai rangkaian dari World Tour Dr. Eckel Animal Nutrition yang diselenggarakan di Hotel Mercure Mirama, Surabaya, Selasa (4/10). Menurut Riza Haerudin, President PT Bright International, menyampaikan rasa senangnya bisa menyelenggarakan acara tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada para hadirin yang telah hadir ke Surabaya dan turut berpartisipasi pada World Tour ini. Semoga apa yang disampaikan dalam seminar ini memberikan banyak manfaat,” ucapnya.
Dr. Eckel Animal Nutrition merupakan produsen dan pemasok feed additive asal Jerman sejak 1994 dan berfokus pada kesejahteraan hewan dengan mengembangkan produk yang memberikan nutrisi hewan yang lebih hemat sumber daya, ramah lingkungan dan sehat. Melalui rangkaian World Tour Dr. Eckel, Indonesia menjadi negara ke dua setelah sebelumnya dilaksanakan di Thailand dan akan berlanjut di Vietnam, Brazil dan Jerman.
Berdasarkan penuturan dari Dr. Bernhard Eckel, Vice President Dr. Eckel Animal Nutrition GmbH & Co. KG yang hadir pada acara tersebut mengungkapkan bahwa saat ini dan dimasa mendatang sebaiknya lebih fokus pada produksi yang berkelanjutan. “Kita harus mempertimbangkan perubahan iklim yang terjadi, dapat mempengaruhi kondisi kehidupan berbagai makhluk hidup. Hal yang perlu dilakukan pada ternak kita adalah dengan mengurangi penggunaan antibiotik, dan saat ini para konsumen sangat memperhatikan animal welfare. Hal ini perlu dilakukan agar hewan ternak maupun ikan mampu menangani infeksi, memperkuat sistem imun, mengurangi inflamasi (peradangan), serta menangani bakteri gram positif maupun negatif dan melalui pemberian feed additive yang tepat dapat mencegah peradangan, mengurangi stres dan meningkatkan pencernaan pada ternak,” ungkap Bernhard.
Ia pun menyebutkan bahwa menjadi tanggung jawab bersama dalam persediaan makanan yang stabil, dikarenakan jumlah populasi di dunia akan meningkat. Bernhard pun memprediksikan bahwa di tahun 2030 konsumsi ayam akan meningkat, “Generasi muda pun akan memperhatikan nilai-nilai keberlanjutan atau sustainability dalam pemenuhan konsumsinya dan tentunya ini menjadi peluang dalam branding produk yang di pasarkan dengan mengedepankan ke transparanan dalam pemeliharaan hingga pengolahan,” ungkapnya.
Maka dari itu, manajemen budi daya harus menjadi perhatian para peternak, Bernhard menambahkan bahwa farm management, bird management dan feed management merupakan kunci sukses untuk menghadapi perkembangan zaman dan animal walfare serta efisiensi tetap menjadi perhatian.
“Kami menghadirkan produk-produk yang mendukung keberlanjutan, berbagai macam produk yang telah kami kembangkan dan teliti dapat menjadi solusi untuk persiapan peternakan berkelanjutan kedepannya. Pada kesempatan ini kami ingin memperkenalkan Anta®Phyt untuk industri perunggasan dan Anta®Ox Plus Aqua untuk industri akuakultur,” terangnya.
Fitogenik untuk kesehatan pencernaan
Kesehatan saluran pencernaan merupakan titik kritis yang harus diperhatikan pada era pelarangan penggunaan antibiotik. Oleh karena itu, dibutuhkan imbuhan pakan yang mampu untuk meningkatkan kesehatan saluran pencernaan ikan, salah satunya adalah fitogenik.
Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Budi Tangendjaja, Ph.D selaku Technical Consultant Nutrition and Feed Technology turut hadir memberikan penjelasan mengenai “Properties of phytogenics in successfull and profitable poultry and aqua production”. Menurutnya adanya isu Resistensi Antimikroba atau dikenal Antimicrobial Resistance (AMR) menjadi perhatian semua pihak baik di lingkup kesehatan manusia, lingkungan, perikanan dan tentunya di sub sektor peternakan dan kesehatan hewan.
Budi melihat benang merah dan mengidentifikasi bagian yang harus diatasi dalam mengantisipasi pelarangan penggunaan antibiotik yang dapat mengakibatkan AMR dikemudian hari, karena AMR ini disinyalir dapat berkaitan dengan kesehatan manusia dan hasil produk peternakan ditakutkan dapat menjadi salah satu sumber resistensi tersebut.
Ia mengingatkan bahwa para peternak harus memiliki strategi pemeliharaan, memperbaiki sistem biosekutiti dan tidak menggunakan antibiotik sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah. “Saluran cerna menjadi poin utama yang harus diperhatikan oleh para peternak karena saluran cerna khususnya usus merupakan bagian penting yang memiliki banyak enzim dan bakteri baik untuk memproses penyerapan nutrisi. Maka dibutuhkan upaya dalam menjaga kesehatan saluran cerna ketika penggunaan antibiotik dilarang,” ucap Budi. Pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna dapat memberikan implikasi bagi sistem kesehatan, efisiensi produksi, keamanan pangan dan dampak lingkungan.
Maka dari itu, sebagai alternatif pengganti antibiotik telah banyak dikembangkan feed additive atau imbuhan pakan yang dapat membantu kesehatan, produktivitas, maupun keadaan gizi ternak. Dari sekian banyak bahan pengganti, fitogenik mejadi pilihan yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan saluran cerna. “Fitogenik merupakan turunan dari tanaman yang mengandung bahan aktif seperti essential oils, herb extracts, oleoresins, flavonoid, tannin, dan saponin. Fungsi dari fitogenik ini adalah untuk menghambat produksi amoniak, anti bakteri, mengurangi kolesterol, dan antioksidan pada proses biologi dan meningkatkan imunitas,” terang Budi.
Efektif jaga kesehatan cerna
Sejalan dengan Budi, Dr. Bernhard Eckel dalam persentasinya mengenai “Anta®Phyt: Combining welfare with profilability”, ia menyebutkan bahwa kesehatan saluran cerna sangat penting bagi perunggasan, dikarenakan kesehatan cerna berpengaruh pada sistem pertahanan tubuh (imunitas), absorbsi, dan kemampuan mengurai pakan.
Adanya pengurangan Antibiotik Growth Promotor (AGP) menjadi faktor kunci dalam meningkatkan keberlanjutan produksi ayam. Pada kesempatan ini, Dr. Eckel Animal Nutrition GmbH & Co. KG memperkenalkan feed additive unggulannya sebagai alternatif pengganti AGPs, Anta®Phyt.
Anta®Phyt adalah feed additive yang sangat efektif untuk semua spesies hewan yang dapat menggugah selera dan meningkatkan asupan pakan. Bahan dasar fitogeniknya berasal dari hops dan licorice/ akar manis yang dapat mendukung mikroflora usus agar sehat dan memiliki efek antibakteri – terutama terhadap bakteri gram positif.
“Nutrisi memiliki peranan penting bagi kesehatan saluran cerna dan mikrobiota. Melalui saluran cerna yang sehat dapat memberikan efisiensi nutrisi, mengkontrol absorbsi nutrisi, dapat melindungi fungsi saluran cerna dan sebagai imun homeostatis,” ujar Bernhard.
Ia pun menyebutkan bahwa Anta®Phyt sangat stabil pada berbagai teknologi prosesing, dapat digunakan pada seluruh proses produksi pakan dan memiliki kestabilan panas pada 120OC, selain itu masa simpannya dapat mencapai 18 bulan. “Anta®Phyt sangat mendukung proses pencernaan dengan menstimulasi sekresi enzim, epitel usus dan mereduksi bakteri gram positif. Penggunaannya dapat memperbaiki kesehatan saluran cerna, meningkatkan pertumbuhan, performa unggas dan kualitas produk yang dihasilkan,” terangnya.
Selain itu, Dr. Eckel berfokus pada penyediaan produk yang ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan serta animal welfare. Maka, produk yang dihasilkannya pun sejalan dengan misi dari Dr. Eckel sendiri. Melalui produk Anta®Phyt, menunjukan hasil yang mendukung animal welfare dengan memperbaiki kualitas usus, “Pencernaan yang baik dapat memberikan kualitas udara yang baik karena kandungan amonia pada kotoran unggas berkurang dan sebagai indikator kesehatan usus yang baik adalah kondisi litter kering. Hal ini akan meningkatkan higinitas kandang dan ayam yang dapat dilihat pada badan ayam dan kaki ayam yang bersih dan tidak ada lesi.
Bernhard pun mempresentasikan hasil uji coba yang menarik yang menunjukkan keefektifan penggunaan Anta®Phyt pada broiler di Belgium dan Peru dengan membandingkan Anta®Phyt dengan kelompok pakan dengan pemberian fitogenik kompetitor dan kontrol menujukan bahwa Anta®Phyt menunjukan FCR dan mortalitas yang rendah, dan memberikan performa yang baik mendekati genetik potensialnya. “Penggunaannya ini dapat pula meningkatkan performa dan merata,” tambahnya.
Sedangkan pada layer, Dr. Eckel pun melakukan beberapa penelitian yang dilakukan di Thailand dan Peru. “Kami pun melakukan trial penggunaan Anta®Phyt pada layer hasilnya dapat meningkatkan performa, mengurangi FCR dan mengurangi telur yang kotor.” jelas Bernhard. Ia pun menyampaikan bahwa dari penggunaan Anta®Phyt menunjukan hasil produksi telur meningkat 1,9% dan dapat meningkatkan kualitas telur dan dapat mengurangi produksi telur yang kotor hingga 0,4%.
Selain itu, Dr. Andreas Lewke, Managing Director Dr. Eckel Animal Nutrition (Thailand) turut hadir mempresentasikan mengenai kombinasi tiga bahan sumber flavonoid yang berbeda dan saling bersinergi yakni dari anggur, green tea, dan tanaman hops yang secara khusus dibuat Dr. Eckel untuk Akuakultur atau dikenal dengan nama Anta®Ox Plus Aqua. Adv









