POULTYRINDONESIA, Gorontalo Utara – Pemerintah Daerah Gorontalo Utara mencatat momen bersejarah dengan terpilih sebagai salah satu lokasi groundbreaking program hilirisasi ayam terintegrasi nasional.
Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menggambarkan momen ini sebagai hasil kerja keras jangka panjang dalam menghadirkan struktur industri peternakan yang kompetitif.
“Saya berharap inisiatif ini akan memicu ekspansi ekonomi regional, menciptakan peluang kerja, dan meningkatkan taraf hidup warga, terutama para peternak lokal. Terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi, dan semua stakeholder yang berkontribusi dalam kesuksesan program tersebut,” ujar Thariq.
Menteri Pertanian langsung menunjuk Gorontalo sebagai salah satu lokasi pelaksanaan fase awal, menurut penjelasan Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa. Pemilihan ini menjadi suatu kehormatan mengingat karakteristik wilayah yang sangat kondusif bagi pengembangan sektor peternakan terintegrasi.
“Faktor geografis dan ketersediaan lahan di Gorontalo Utara menjadi pertimbangan kami. Program ini diproyeksi akan memperkokoh sistem produksi pangan nasional sambil menopang ketahanan dan kedaulatan pangan,” jelas Hendra.
Selanjutnya, Idah Syahidah Rusli Habibie selaku Wakil Gubernur Gorontalo, Dwi Sutoro selaku Direktur Komersial ID Food, dan Hendra Wibawa melaksanakan peletakan batu pertama pada Jumat (6/2/2026). Acara berlangsung di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, dengan kehadiran pejabat daerah dan pelaku industri peternakan.
Danantara Indonesia melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD menginisiasi program strategis nasional ini. Gorontalo menjadi salah satu provinsi yang mengimplementasikan tahap perdana dari kawasan industri unggas modern yang mengintegrasikan seluruh rantai produksi.
Lima hektare lahan di Desa Tolongio dijadikan lokasi groundbreaking untuk pembangunan pabrik pakan. Danantara saat ini tengah melakukan Feasibility Study melalui Boston Consulting Group (BCG) untuk menentukan pengembangan selanjutnya.
Pemerintah merancang kawasan hilirisasi ayam terintegrasi dengan penyebaran di berbagai lokasi di Gorontalo Utara. Desa Motilhelumo di Kecamatan Sumalata Timur mengalokasikan tiga hektare, Desa Putiana di Kecamatan Anggrek menyediakan 2,5 hektare, dan Desa Dambalo di Kecamatan Tomilito mengamankan lahan terluas dengan 10 hektare.
Setiap lokasi memiliki peran spesifik dalam ekosistem terintegrasi. Pemerintah merencanakan Desa Motilhelumo sebagai zona pullet, Desa Dambalo akan mengembangkan PS layer, sementara di Desa Putiana akan dibangun Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dilengkapi fasilitas cold storage. Semua kawasan ini dirancang untuk beroperasi dalam satu sistem produksi peternakan ayam.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia