POULTRYINDONESIA, Bandung – PT. Fenanza Putra Perkasa (Fenanza), perusahaan produsen dan distributor premiks dan bahan aditif pakan hewan terkemuka di Indonesia mengumumkan pelepasan ekspor perdana ke pasar internasional yaitu Pakistan. Acara bertajuk “Pelepasan Perdana Ekspor Feed Additive Fenanza” ini,  diselenggarakan di Kantor Fenanza, Bandung, Senin (03/06).
Chief Executive Officer (CEO) PT. Fenanza Putra Perkasa, Dr. Isra Noor. DVM., MM mengungkapkan bahwa Indonesia mempunyai kekayaan alam yang luar biasa. Terbukti, zaman dahulu penjajah pun datang tidak hanya menginginkan rempah-rempah namun sumber daya alam lainnya seperti nikel, mineral, tembaga.
“Kita harus bisa memaksimalkan apa yang kita miliki. jangan sampai kita mati langkah, mati gaya, ataupun tidak memaksimalkan sumber daya yang ada. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah memperluas jangkauan pemasaran hasil bumi kita dengan cara ekspor. Ekspor adalah salah satu kunci untuk memperbaiki perekonomian bangsa kita. Sebagai perwujudan dari kerja keras dan turut serta dalam perkembangan peternakan di Indonesia, khususnya feed additive, kami PT. Fenanza Putra Perkasa telah dan terus berusaha memproduksi berkualitas. Dengan tim R&D handal yang kami miliki, produk kami berorientasi pada maksimalisasi penggunaan bahan baku lokal sebagai program dari TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri),” ungkapnya.
Menurut Isra, ekspor perdana  Fenanza ke  Pakistan ini didorong karena adanya permintaan yang tinggi dari negara tersebut. Produk yang mampu menembus kancah internasional tersebut adalah Toxin Binder. Komitmen Fenanza  dalam menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi dibuktikan dengan tercapainya sertifikasi CPOHB (Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik), ISO 9001:2015 (Quality Management System) dan ISO 22000:2018 (Food Safety Management) dari TUV Rheinland Jerman . Isra optimis, untuk kedepannya  Fenanza mampu melebarkan sayapnya untuk ekspor ke negara lain dan tidak hanya Toxin Binder, tapi keseluruhan produknya.
Sementara itu, Fendi Fadillah Akbar selaku Business Development Manager PT Fenanza Putra Perkasa menjelaskan rincian produk Fenanza yang berhasil menembus pasar internasional. “Sebagai gambaran, kuantitas yang akan kita ekspor pada pagi hari ini adalah sekitar 15 ton, produknya adalah feed additive yaitu Toxin Binder, 100% TKDN. Hal ini sesuai dengan visi perusahaan yaitu menjadi perusahaan di Indonesia yang mampu membangun atau memajukan sumber daya dalam negeri,” tambahnya.
Turut hadir dalam acara tersebut,  drh Lilis Rismayati selaku perwakilan Kementerian Pertanian yang menyampaikan apresiasinya terhadap Fenanza. Menurutnya apa yang sudah diinisiasi oleh Fenanza  merupakan langkah strategis dalam menunjang kebijakan pemerintah. “Pasalnya saat ini bahan baku pembuatan feed additive masih banyak yang bersumber dari luar negeri. Saya berharap semoga Fenanza menjadi produsen dan eksportir ternama di kancah internasional membawa nama baik Indonesia,” ucapnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Ketua PDHI Jabar 1, drh. Pranyata Tangguh Waskita, M. Biotek menyatakan apresiasinya kepada Fenanza  dengan perjuangannya menembus kancah internasional.  Dirinya berharap, kedepannya Fenanza tidak hanya ekspor ke Pakistan namun bisa ekspor ke negara lainnya dengan regulasi yang cukup mirip, mengingat banyak persyaratan yang harus dilalui.
Dari kalangan peternak, Hidayaturrahman seorang peternak dari daerah Blitar, turut menyampaikan apresiasi atas prestasi gemilang yang telah ditorehkan oleh Fenanza. Dirinya mengaku sangat senang dengan adanya perusahan dalam negeri yang berupaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Kami pun memberikan kesempatan bekerjasama mencoba formulasi yang dimiliki oleh Fenanza, dan bersyukur sampai hari ini yang sudah masuk 4,5 bulan.  Hasil yang didapatkan, lebih baik daripada  yang sudah kami capai dari tahun 1987. Harapannya, Fenanza selalu bisa berkembang untuk ekspor, yang menjadi harapan dari visi yang dibangun dan yang tertuang dalam mars venanza dapat tercapai. Kemudian, SDM yang dimiliki betul-betul menjadi solusi dari permasalahan peternak saat ini” ungkapnya.