POULTRYINDONESIA, Jakarta – Fakultas Peternak Universitas Brawijaya menggelar webinar dengan tema “Feed Processing Technology in Broilers” pada Rabu (10/11) lewat aplikasi Zoom. Acara yang dimoderatori oleh Dr. Ir. Irfan H. Djunaidi, M.Sc selaku Dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya ini, menghadirkan pembicara dari luar negeri yaitu Prof. Fifi Zaefarian, Ph.D selaku Poultry Nutrition for Monogastric Reserch Centre Massey University, New Zealand.
Baca juga : Perlu Inovasi Teknologi Nutrisi dan Pakan untuk Pengembangan Peternakan Rakyat
Dalam webinar tersebut, Fifi mengatakan bahwa pada perunggasan, pertumbuhan yang cepat datang dari perbaikan tiga faktor kunci, pertama adalah genetika, dimana genetik ini perlu dibiakkan secara selektif untuk bisa mendapatkan sifat-sifat baik dari indukannya, bukan berasal dari rekayasa genetika atau modifikasi. Kedua tergantung dari sistem manajemen nya, karena manajemen yang baik akan meminimalisir stres sehingga ancaman penyakit bisa ditekan sebaik mungkin. Yang ketiga adalah nutrisi, nutrisi ini harus disesuaikan dengan tipe, jenis kelamin nya, serta umurnya. Dan pertumbuhan yang cepat ini bukan dari penggunaan hormon.
“Berbicara tentang pakan dan bahan pakan, kita tahu bahwa pakan ini merupakan pengeluaran terbesar pada produksi broiler, yaitu mencapai 60-70% dari total biaya produksi. Maka dari itu, yang perlu digarisbawahi bahwa pakan yang memenuhi standar minimal nutrisi diformulasikan secara khusus, sehingga mampu mempertahankan hidup dan meningkatkan produksi. Selain itu, tujuan utama pengolahan pakan diantaranya memberikan peluang untuk meningkatkan nilai pakan, serta memaksimalkan efisiensi pakan untuk produktivitas,” terang Fifi.
Lebih jauh Fifi mengatakan terkait teknologi pengolahan pakan, sudah banyak mengalami peningkatan, dari yang menggunakan sekop (sendok tangan) sebagai alat pencampur dasar, hingga melalui banyak proses, seperti penerimaan bahan baku, proses penggilingan (pengurangan ukuran partikel), proses batching (pengelompokan) dan pencampuran, hingga pengemasan dan pengiriman. Ia mengatakan bahwa masing-masing proses ini dapat memengaruhi kualitas pakan, serta berpengaruh pada metabolisme hewan ternak.