POULTRYINDONESIA, Bogor – Menyikapi dinamika dan kondisi iklim usaha perunggasan di awal tahun 2026, Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengundang perwakilan peternak dari wilayah Bogor, Banten, dan sekitarnya, serta asosiasi perunggasan nasional untuk menghadiri rapat koordinasi perunggasan yang digelar di Bogor pada Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pengenalan Permindo kepada para pemangku kepentingan di sektor perunggasan.
Ketua Umum Permindo, Kusnan, menyampaikan bahwa saat ini masih banyak peternak kecil, termasuk anggota Permindo, yang belum memiliki akses memadai terhadap sarana produksi ternak (sapronak) maupun saluran untuk menyampaikan aspirasi mereka. Oleh karena itu, Permindo hadir sebagai wadah sekaligus jembatan aspirasi bagi peternak rakyat mandiri. Selain itu, Permindo juga berkomitmen untuk mendukung keberadaan asosiasi perunggasan yang telah ada serta membangun kolaborasi lintas organisasi.
“Dalam menjalankan perannya, Permindo mendorong digitalisasi data sebagai dasar pengambilan keputusan bersama, serta menggandeng media peternakan, media nasional, dan memanfaatkan perkembangan media sosial yang kian pesat dalam mengawal berbagai isu perunggasan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Permindo, Hartono, menjelaskan bahwa Permindo dibentuk untuk mewadahi suara peternak yang selama ini belum terakomodasi secara optimal. Ia menilai dinamika industri perunggasan saat ini bergerak sangat cepat, di mana setiap kebijakan maupun perubahan kerap memunculkan konflik kepentingan dan pihak-pihak yang dirugikan. Menurutnya, peternak kecil perlu mendapatkan pendampingan dan mediasi, mengingat di lapangan masih banyak yang kesulitan memperoleh sapronak, seperti DOC, dengan harga yang wajar.
“Meskipun pemerintah dan asosiasi di tingkat nasional telah menetapkan harga acuan, belum ada jaminan bahwa kebijakan tersebut benar-benar dirasakan oleh peternak kecil. Untuk itulah Permindo hadir sebagai wadah perjuangan peternak rakyat mandiri,” tambahnya.
Dalam forum yang sama, Ketua Harian Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Setya Winarno, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas berdirinya Permindo. Ia menegaskan bahwa GOPAN sangat terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi demi kepentingan bersama, terutama di tengah kondisi peternak mandiri yang semakin terhimpit dari tahun ke tahun. Ia memaparkan bahwa sebelum tahun 2012, proporsi peternak mandiri diperkirakan mencapai sekitar 30 persen, namun saat ini jumlah tersebut diperkirakan tinggal sekitar 15 persen. Meski ada pelaku usaha yang berkembang dan baru bermunculan, tidak sedikit pula peternak yang gagal dan terpaksa menghentikan usahanya.
“Sinergi dan kolaborasi antar asosiasi menjadi kunci untuk melakukan perbaikan bersama, mengingat sektor perunggasan merupakan sumber mata pencaharian dan penghidupan bagi banyak peternak. Dan semoga usaha ini tetap dapat diwariskan dan dirasakan manfaatnya oleh generasi berikutnya,”
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas berbagai isu perunggasan seperti harga livebird (LB), di mana disepakati dukungan terhadap upaya pemulihan dan kenaikan harga, termasuk kesepakatan kenaikan harga LB sebesar Rp500 per kilogram yang mulai diberlakukan keesokan harinya. Selain itu, ditekankan pula pentingnya penegakan regulasi Permentan 50:50 secara konsisten.
Forum juga membahas dampak kebijakan terkait soybean meal (SBM) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap dinamika harga pakan dan pasar. Berjalannya program MBG dinilai menimbulkan dampak psikologis terhadap pergerakan harga, yang dapat mendorong kenaikan harga saat ekspektasi pasar positif, namun juga berpotensi menekan harga ketika persepsi pasar berubah, sehingga menimbulkan efek domino terhadap biaya produksi, keputusan produksi, dan keberlanjutan usaha peternak rakyat.
Selain itu, juga disorot pentingnya peningkatan efisiensi dan produktivitas sebagai upaya memperkuat daya saing peternak rakyat. Akses pembiayaan juga menjadi salah satu isu utama yang disuarakan peternak, sebagai prasyarat untuk naik kelas usaha dan meningkatkan produktivitas. Isu pembiayaan tersebut akan menjadi bagian dari program yang akan terus diperjuangkan oleh Permindo ke depan.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.