Di tengah perubahan preferensi pangan masyarakat Cina, daging ayam, khususnya white broiler (ayam putih), terus menunjukkan ketangguhannya. Berdasarkan laporan terbaru dari USDA Foreign Agricultural Service​, konsumsi ayam di Cina diperkirakan akan mengalami pertumbuhan ringan pada tahun 2025, dipicu oleh pergeseran gaya hidup ke arah pola makan lebih sehat dan kebutuhan akan sumber protein yang lebih ekonomis.

Kesadaran Konsumen

Seiring perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesadaran kesehatan, masyarakat Cina mulai beralih dari konsumsi daging merah, seperti babi dan sapi, ke pilihan protein yang lebih sehat seperti ayam. Analis industri memperkirakan konsumsi daging ayam dapat tumbuh hingga 2,5% setiap tahun selama sepuluh tahun ke depan​. Sebagian besar pertumbuhan ini diperkirakan berasal dari meningkatnya permintaan terhadap ayam putih.

Ayam putih dianggap sebagai pilihan ekonomis dan sehat, menawarkan daging rendah lemak dengan harga yang relatif stabil dibandingkan sumber protein lainnya. Stabilitas ini menjadi nilai tambah di tengah fluktuasi ekonomi, dimana harga babi sering mengalami volatilitas akibat penyakit ternak seperti African Swine Fever. (ASF)

Dalam laporan tersebut, permintaan terhadap ayam putih diproyeksikan akan terus mendominasi pertumbuhan pasar. Sektor hotel, restoran, dan institusi (HRI) di Cina juga semakin bergantung pada ayam putih. Para pelaku usaha di sektor ini mengakui bahwa ayam putih merupakan alternatif yang efisien dibandingkan protein lain yang lebih mahal, seperti babi atau sapi​. Fleksibilitas ayam putih dalam berbagai menu, mulai dari masakan lokal hingga hidangan internasional, memperkuat posisinya di sektor jasa boga.

Dalam situasi tekanan ekonomi, sektor HRI terus mencari cara untuk menekan biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas menu yang disajikan kepada konsumen. Ayam putih, dengan harga yang stabil dan ketersediaan luas, menjadi solusi strategis.

Generasi Muda Membentuk Pasar

Yang menarik, generasi muda Cina, terutama mereka yang lahir setelah tahun 1990-an, menjadi pendorong utama pertumbuhan konsumsi ayam putih. Konsumen muda menggemari menu berbasis ayam seperti burger ayam, ayam goreng renyah, serta hidangan berbahan dada ayam. Produk-produk ini sebagian besar menggunakan bagian ayam putih yang rendah lemak dan berprotein tinggi​.

Selain itu, tren gaya hidup sehat dan olahraga mendorong meningkatnya konsumsi dada ayam. Makanan tinggi protein kini menjadi bagian penting dari pola makan para penggemar kebugaran dan pembentuk otot. Dalam hal ini, ayam putih menawarkan keunggulan dibandingkan sumber protein lainnya.

Di sisi lain, permintaan terhadap produk ayam olahan dan siap saji juga meningkat. Meskipun porsinya masih kecil dibandingkan produk potongan beku, pertumbuhannya cukup pesat. Konsumen muda yang sibuk dan mengutamakan kepraktisan menjadi pasar utama bagi produk-produk ini.

Distribusi Meluas

Akses terhadap ayam putih di Cina saat ini sangat luas. Produk ini tersedia di jaringan restoran cepat saji global, restoran lokal, kantin sekolah, kafetaria perusahaan, hingga pasar daring (online). Platform e-commerce besar di Cina seperti JD.com dan Alibaba mempermudah konsumen untuk mendapatkan potongan ayam beku, produk olahan, hingga makanan siap masak berbasis ayam​

Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Internasional pada majalah Poultry Indonesia edisi Mei 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Mei 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com