Oleh: drh. Istianah Maryam Jamilah, MVS*
Pada tahun 2024, Avian Influenza kembali mengejutkan dunia dengan munculnya infeksi pada sapi perah di Amerika Serikat. Dengan fenomena ini, berbagai negara pun mengambil langkah persiapan untuk menghadapi ekspansi interspesies yang mungkin terjadi.
Avian Influenza (AI) subtipe H5N1, atau yang lebih dikenal sebagai flu burung, telah lama menjadi momok bagi industri perunggasan dunia. Namun, pada tahun 2024, virus ini kembali mengejutkan dunia dengan munculnya infeksi pada sapi perah di Amerika Serikat. AI Subtipe H5N1, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai penyakit utama pada unggas kini mulai diwaspadai di seluruh negara-negara di dunia akibat kemampuannya untuk menginfeksi antar spesies termasuk mamalia. Untuk itu negara-negara produsen protein hewani di seluruh dunia sudah mulai mempersiapkan diri untuk mencegah terjadinya outbreak yang lebih besar baik di unggas, mamalia maupun manusia.
Resiko transmisi HPAI ke mamalia
Highly pathogenic Avian Influenza (HPAI) merupakan mutasi dari Low Pathogenic Avian Influenza dan konversi ini terjadi di unggas dan burung. Penularan HPAI subtipe H5N1 dari unggas ke mamalia tergolong langka namun bisa terjadi. Menurut Kementerian Pertanian Australia, Virus H5N1 yang kini menyerang Amerika Serikat tidak sama dengan virus HPAI H5N1 dari Asia yang pernah menyebabkan penyakit pada manusia. Departemen Pertanian Amerika Serikat juga menyebutkan bahwa resiko penularan HPAI H5N1 yang menyerang sapi perah di AS saat ini memiliki resiko yang rendah untuk menular ke publik secara luas.
Update persebaran HPAI H5N1 di Amerika Serikat
Sejak Maret 2024 hingga akhir Mei 2024, penularan HPAI H5N1 pada sapi perah telah dilaporkan di 9 negara bagian dan 69 kawanan sapi perah dan Alpaca di Amerika serikat (Gambar 1). Meskipun telah dilaporkan penularan dari sapi perah ke manusia pada outbreak ini, H5N1 ini masih memiliki resiko yang rendah terhadap penularan ke manusia. Hingga kini hanya ada dua laporan kasus penularan AI dari sapi perah ke manusia. Dan penyakit ini sembuh dalam beberapa hari pada sapi perah dan manusia. Meskipun tidak beresiko besar terhadap manusia dan penularannya dari manusia ke manusia cukup rendah, pada sapi perah, HPAI H5N1 menyebabkan penurunan produksi susu yang signifikan dan membatasi produksi susu meski sapi telah sembuh.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Internasional pada majalah Poultry Indonesia edisi Juni 2024. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juni 2024, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754 atau sirkulasipoultry@gmail.com










